Upsus Siwab Upaya Cerdas Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

DBC I Serang – Pemerintah kembali melanjutkan kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada 2018, untuk percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak guna percepatan peningkatan populasi ternak.

“Dengan upaya khusus ini, sapi/kerbau betina produktif milik peternak saatnya kawin harus dikawinkan, utamanya melalui sistem perkawinan Inseminasi Buatan (IB),” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid.

Menurut dia kegiatan IB merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi dan kerbau secara nasional.

Kegiatan ini, tambahnya, berupa penyebaran bibit unggul ternak sapi dan kerbau dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.

“Semua kegiatan UPSUS SIWAB dilakukan oleh petugas di lapangan langsung dilaporkan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi (ISIKHNAS). Semua data hasil pelayanan petugas di lapangan dapat langsung dipantau oleh semua pemangku kepentingan,” katanya.

Kabid Produksi Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Banten Dwi Joharsono menjelaskan, target kebuntingan kerbau dan sapi pada program IB, merupakan salah satu upaya yang dilakukan pihaknya untuk mendorong percepatan swasembada daging dan memenuhi kebutuhan pasar.

“Pelaksaan program IB pada hewan ternak besar wajib bunting tiap 2 tahun telah banyak diterapkan di tiap kabupaten/kota seperti di Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang. Program nasional ini, merupakan program upaya khusus percepatan populasi pada kerbau dan sapi,” terangnya.

“Target inseminasi buatan ini berjumlah 3.800 ekor yang terbagi dari 2.000 ekor kerbau dan 1.800 ekor sapi,” tambah Dwi. Dwi meyakini sampai Desember 2018 ini seluruh target bisa terealisasi 100 persen.

Inseminasi buatan, lanjut Dwi, menjadi pilihan karena sistem kawin suntik pada hewan ternak yang masih memerlukan hewan pejantan bisa dilakukan dengan inseminasi yang dilakukan oleh petugas (inseminator).

“Hewan ternak yang sedang birahi ada yang sekali inseminasi langsung bunting.Kedepan kami berharap memiliki ternak dengan kualitas pejantan yang unggul,” pungkasnya.

Ia mengatakan salah satu hambatan Upsus Siwab di Banten adalah pemilik sapi atau kerbau masih takut diberikan inseminasi buatan, terutama di daerah Banten Selatan. Oleh karena itu, saat ini sedang dilakukan upaya pendekatan ke petani untuk mensosialisasikan hal tersebut.

Serta memberikan edukasi ke tenaga teknis Upsus Siwab saat melakukan inseminasi buatan agar berhasil. Untuk mensosialisasikan program upsus siwab di Banten, pemerintah mengimbau petani menjaga sapi dan kerbaunya dalam kondisi sehat agar keberhasilannya tercapai.

“Memperbaiki kesehatan sapi, keberhasilan IB sangat ditentukan dengan sapi atau kerbau kalau dia sakit akan susah hamil. Jadi harus diperbaiki kondisinya. Susah kalau tidak sehat, jadi harus berhasil,” ujarnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *