Transportasi Wisata Sado dan Bendi Mulai Digemari Warga Rangkasbitung

LEBAK l DINAMIKBANTEN.CO.ID — Transportasi Wisata Sado dan Bendi secara perlahan mulai digemari oleh warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Hal itu diungkapkan Kosim Pemilik Usaha tersebut, Jumat (11/12/2020).

Dari 4 kuda yang digunakan, ada satu kuda jantan yang bernama Aldo yang menjadi Idola.

Kosim menjelaskan, Aldo merupakan kuda pemberian dari Najwa Shihab beberapa tahun lalu. Ia mengaku bersyukur Aldo banyak digemari wisatawan yang menggunakan jasanya untuk berkeliling Kota Rangkasbitung.

“Karena banyak penggemar, sehingga Aldo ini adalah salah satu kuda yang menunjang usaha keluarga kami yang sebagian sudah dijalankan anak saya,” kata pensiunan pegawai kantor Pos dan Giro ini.

Kuda pemberian Najwa tersebut, lanjut Bapak 6 anak ini, merupakan kuda jantan peranakan kuda Sumbawa yang dibeli dari Bandung, usianya masih tergolong muda.

” Selain disewakan untuk keliling di seputaran Balong , Sado dan Bendi yang keluarga saya miliki sering juga disewa oleh keluarga yang menggelar acara khitanan dan resepsi pernikahan bukan hanya dari Rangkas Bitung, tapi juga dari, Pandeglang dan Serang,” ujarnya.

Cuma sejak ada wabah Corona, lanjut Kosim, yang pakai dan yang sewa menurun, dulu biasanya dapat 300 ribu sehari, sekarang rata-rata cuma 50 ribu.

” Banyak masyarakat yang belum tau perbedaan antara Sado dengan Bendi. Sado itu yang tempat duduk penumpangnya berhadap-hadapan sedangkan Bendi tempat duduknya semua menghadap ke depan,” jelas warga Rangkas Bitung Girang.

Dalam merawat Aldo dan kuda lainnya, diakuinya tidak ada kendala, untuk pakan rumput dan dedak banyak tersedia. Sedangkan untuk kesehatannya rutin diperiksa oleh dokter hewan, adapun sakit yang biasa dialami kuda-kudanya adalah sakit flu yang bisa diobati dengan dikompres kepalanya.( Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *