Tingkatkan Prestasi, Manajemen Madrasah Harus Sehat dan Kondusif

DBC I Serang – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten, Idris Jamroni menginginkan Madrasah menjadi lembaga pendidikan yang memiliki manajemen sehat dan lingkungan kondusif. Pasalnya, jika hal itu tercapai maka akan mudah menjadikan siswanya berprestasi dan menghasilkan lulusan yang mumpuni dan berdaya saing.

Idrisnya menjelaskan, Madrasah yang sehat adalah madrasah yang dapat menolong dirinya sendiri dan dapat menolong orang lain (memberikan pelayanan yang memuaskan kepada internal dan eksternal). Sedangkan madrasah dinamis adalah madrasah yang memberikan jawaban terhadap perkembangan masyarakat secara cepat, tepat, berdaya guna, dan berkesinambungan.

Sebagai lembaga pendidikan yang sehat, kata Idris, madrasah harus melahirkan manusia yang berbudaya. Yaitu manusia yang terbina daya cipta, rasa, dan karsanya secara utuh berdasarkan nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai budaya bangsa, serta mengabdikan diri bagi kepentingan dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan dunia.

“Lembaga pendidikan yang sehat merupakan lembaga pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki ciri-ciri : kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional,” katanya di Serang, Rabu (10/10/2018).

Guna menghasilkan lulusan yang demikian itu, katanya, sebuah lembaga pendidikan harus memiliki guru yang cukup dan professional; masjid yang betul-betul berfungsi, bukan semata-mata sebagai simbol; ma’had sebagai sarana untuk membangun spiritual dan akhlak mulia; kampus yang refresentatif; perpustakaan yang koleksinya lengkap; perkantoran/pelayanan administrasi yang refresentatif; pusat-pusat pengembangan bakat seni dan olah raga; dan sumber pendanaan yang sehat.

Pria kelahiran Lebak, 2 Juni 1965 ini menuturkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, yaitu diantaranya dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, pengadaan tenaga guru kontrak, penataran, penyempurnaan kurikulum dan sebagainya.

“Permasalahan yang mendasar sebenarnya yaitu mampu atau tidaknya sumber daya pendidikan yang ada atau belum adanya
pengelolaan yang efektif dan efisien oleh setiap lembaga penyelenggara pendidikan itu sendiri,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, suatu terobosan dalam mewujudkan tujuan pendidikan adalah dengan cara meningkatkan fungsi dan peran kepala madrasah untuk menciptakan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan dengan beragam tingkat pengetahuan, kemampuan serta nilai atau sikap yang memungkinkan untuk menjadi warga masyarakat dan warga Negara yang bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, beriman dan berbudi pekerti luhur.

Menurutnya, Kepala Madrasah memiliki peran yang kuat dalam mengkoordinasikan menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia di Madrasah.

“Kepala Madrasah merupakan salah satu
faktor yang dapat mendorong madrasah
untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran madrasah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap,” bebernya.

Dijelaskan, Kepala Madrasah dikatakan sebagai pemimpin yang efektif bilamana ia mampu menjalankan proses kepemimpinannya yang mendorong, mempengaruhi dan mengarahkan kegiatan dan tingkah laku kelompoknya. Inisiatif dan kreatifitas kepala madrasah yang mengarah kepada kemajuan madrasah merupakan bagian integrative dari tugas dan tanggung jawab. Fungsi utamanya ialah menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien.

“Dalam melaksanakan fungsi tersebut, kepala madrasah memiliki tanggung jawab ganda, yaitu: pertama, melaksanakan administrasi madrasah sehingga dapat tercipta situasi belajar mengajar yang baik. Kedua, melaksanakan suvervisi pendidikan
sehingga diperoleh peningkatan kegiatan mengajar guru dalam membimbing murid-murid,” ungkapnya.

“Tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah yaitu meningkatkan mutu pendidikan, artinya bahwa seorang kepala sekolah dituntut untuk mampu mengelola seluruh sumber daya pendidikan yang ada di sekolah, sehingga mampu mendukung terhadap perwujudan tujuan pendidikan yang
akan dicapai,” timpalnya lagi. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *