Tepis Tudingan Rekayasa, Tabrani Langsung Tersingkir Dalam Lelang Jabatan Dindikbud Banten

SERANG I DBC — Sempat santer diisukan bakal menjadi ‘pengantin’ dalam lelang JPT Pratama Dindkbud Banten, hanya baru tahap awal seleksi administrasi, Tabrani yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM langsung tersingkir dalam perebutan memimpin dinas yang ditinggal Engkos Kosasih Samanhudi itu.

Selain Tabrani, adapula Mahdani, Kepala Biro Adpem dan Muhammad Taqwin Kabid Kelembagaan dan Ketenagaan Dindikbud Banten yang sama-sama tidak mendapat tiket melanjutkan seleksi menjadi esselon II pada dinas tersebut.

Komarudin, Sekretaris Pansel mengungkapkan, alasan tidak lolosnya tiga pejabat di lingkungan Pemprov Banten dalam open biding itu, adalah kerena ada persyaratan yang tidak terpenuhi.

“Kalau Pak Mahdani tidak lolos karena pengalaman jabatan relevan selama lima tahun tidak terpenuhi, Pak Tabrani tidak lolos karena ada salah satu dokumen yang tidak dilengkapi dan Muhamad Taqwim tidak lolos karena persyaratan jabatan relevan selama lima tahun tidak terpenuhi,” tutur Komarudin yang juga Kepala BKD Provinsi Banten, Selasa (26/11/2019).

Ia mengatakan, Pansel akan terbuka dan transparan dalam proses lelang jabatan kepala Dindibud Banten, karena kerja pansel juga diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

”Hasil verifikasi administrasi ini sekaligus menepis isu adanya setting settingan dalam lelang jabatan Dindikbud. Semua peserta yang dinyatakan lolos verifikasi memiliki kesempatan yang sama,” tegasnya.


Sementara itu enam orang dari sembilan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut mendaftar dalam seleksi terbuka atau open bidding Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama calon pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikkbud) Provinsi Banten, dinyatakan lolos verifikasi administrasi oleh panitia seleksi (Pansel).

Keenam ASN yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi tersebut adalah Supandi yang berasal dari pengawas Dindikbud Banten, Ade Ahmad Kosasih, pejabat eselon III Pemprov Banten, Hudori dari Pemkot Serang, Lili Hidayatullah, Kepsek SMKN 2 Kota Serang, Ardius Prihantono Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Pemprov Banten dan Lukman, Kepala KCD Pendidikan dan Kebudayaan Banten wilayah Kabupaten Tangerang.

Komarudin mengungkapkan, tidak lolosnya pejabat eselon 2 dan 3 dari Pemprov Banten dalam seleksi terbuka JPT Pratama tersebut, sekaligus menepis tudingan adanya orang titipan dalam proses open bidding untuk mengisi jabatan kepala Dindikbud Banten.

”Ini sekaligus menepis isu adanya orang titipan dalam proses seleksi terbuka atau lelang jabatan JPT Pratama di Pemprov Banten,” ujar Komarudin.

Sejak peserta yang ikut dalam open bidding agar dapat menghasilkan pejabat yang memiliki kompetensi dan berintegritas dalam membantu Gubernur dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banten.

”Pansel akan terbuka menerima masukan dan kritikan dari masyarakat. Semuanya terbuka dan transparan, tidak ada yang ditutup tutupi apalagi ada isu setting setingan,” tandasnya. (Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *