Tb. Faisal Abbas, Ketua YPI Masarratul Muta’alimin : MADRASAH LAHIRKAN GENERASI BERAKHLAKUL KARIMAH

SERANG-Ketua Yayasan Pendidikan (YPI) Islam Masarratul Muta’alimin, H. Tb. A. Faisal Abbas menjamin bahwa lulusan madrasah akan menjadi penerus generasi yang berakhlakul karimah. Pasalnya, di dalam sistem pendidikan madrasah terdapat unsur kognitif, afektif, dan spiritualitas.

“Madrasah, merupakan penguatan pendidikan karakter dan budi pekerti. Hal itu selaras dengan petikan bunyi UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi bukan mem-pintarkan-kan kehidupan bangsa. Karena cerdas memiliki makna yang lebih luas diantaranya cerdas berdasarkan emosional, intelektulal dan cerdas berasarkan spiritual,” ujar Faisal pada Wisuda Akbar Siswa MI, MTs dan MA YPI Masarratul Muta’alimin di Komplek Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, sekolah umum mayoritas hanya mengajarkan sebatas kognitif saja. Sementara penerapan akidah akhlak tidak mendapatkan porsi yang signifikan. Madrasah menggenapi, madrasah penyempurna dari pembelajaran agama di sekolah formal.

Untuk itu, lanjutnya, Madrasah hendaknya menjadi instrumen lembaga yang permanen bersandingan dengan tradisi kepesantrenan dengan entitas tafaquh fiddin (memperdalam ilmu agama). Didalamnya, terdapat pembelajaran sya’iran, nadhoman, dengan tradisi keagamaan yang kuat termasuk penerapan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Lulusan madrasah, berakhlak mulia, mampu bermu’amalah dengan siapapun dengan agama apapun,” tegasnya dihadapan ratusan siswa dan orang tua siswa.

Hal senada juga diungkapkan Penerus Pendiri YPI Masarrarul Mutaalimin, Hj. Ratu Tinti Fatinah. “Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas Islam diharapkan bisa menjaga dan mempertahankan akhlakul karimah. Hal ini mengingat banyak kasus-kasus kekerasan yang menimpa pelajar,” cetusnya.

Ia menilai, hal yang kerap luput dari perhatian selama proses pembelajaran adalah tidak disiapkannya generasi-generasi yang berpondasikan akhlakul karimah. Sebaliknya, yang dikejar hanyalah prestasi secara akademik.

“Padahal sudah dari dulu banyak sekali kasus-kasus kenakalan remaja, kejahatan terhadap remaja, hingga kekerasan dilakukan antar peserta didik di sekolah,” tandasnya.

Oleh karenanya, di hadapan para peserta didik kelas IX dan kelas Xll yang akan meninggalkan MTsN dan MA berpesan untuk menjaga betul akhlakul karimah sebagai ciri khas keluaran madrasah.

Menjaga karakter Islam ini salah satunya diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pelajar tingkat menengah harus mulai diberikan pemahaman terhadap kehidupan masyarakat yang beragam, dan untuk menyikapinya dibutuhkan toleransi.

Hal ini mengingat semakin meningkatkan kebencian di antara masyarakat. Oleh karena itu, lanjut Tinti, kita sebagai umat Islam harus mengembangkan kesejukan dalam bergaul sebagai prinsip Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.

Peserta didik juga diminta untuk mengembangkan diri di luar akademik, seperti bidang seni dan olahraga. “Madrasah harus mampu menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa madrasah itu multi talenta. Berprestasi akademik dan non akademik,” urainya.

Adapun peserta didik yang dilepas yaitu siswa MI sebanyak 22 siswa, MTs sebanyak 76 siswa dan MA 28 siswa. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *