Tanggapi Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, ASN Kemenag Banten Diminta Lebih Berhati-hati

DINAMIKABANTEN.CO.ID,- SERANG I Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Banten diminta untuk lebih berhati-hati saat melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Himbauan meningkatkan kewasapadaan ini muncul karena adanya kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag yang melibatkan Ketua Umum PPP, Romahurmujiy alias Romi dan dua orang pegawai Kemenag Jawa Timur belum lama ini.

Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Lukmanul Hakim mengatakan bahwa secara umum kasus itu tidak mempengaruhi citra atau nama baik dan pelayanan kemenag di daerah.

“Saya rasa soal itu tidak ada pengaruhnya yah. Kita seperti biasa normal-normal saja,” kata Lukman kepada dinamikabanten.co.id di Serang, Selasa (19/3/2019).

Bahkan, menurut Lukman, kasus ini justru memberikan pengaruh positif terhadap jajaran istitusi berlogo dengan jargon “Ikhas Beramal” itu agar lebih berhati-hati saat bertugas.

Menurutnya, Pak Kepala Kanwil, Bazari Syam bahkan bergerak cepat merespon soal tersebut dengan mengumpulkan seluruh kepala kantor Kemenag di kabupaten/kota dan seluruh kabid di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Banten.

“Beliau mengintuksikan agar seluruh kantor Kemenag kabupaten dan kota supaya menjalankan amanat dengan membuat rancangan pelayanan satu pintu sebagai mana yang sudah dijalankan di Kanwil Banten,” ucapnya.

Menurut Pak Kakanwil, imbuh Lukman, Konsep PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) ini sangat strategis dalam rangka menutup ruang-ruang potensi korupsi dan gratifikasi.

“Melalui PTSP masyarakat yang meminta pelayanan tidak akan bersentuhan langsung dengan petugas yang melayani,” tandasnya.

Sebenarnya, sambung Lukman, itu adalah amanat yang sudah lama disampaikan baik oleh Pak Kakanwil maupun Pak Mentri. Sekarang tinggal bagaimana teman-teman Kankemenag menjalankannya.

Menanggapi kasus jual beli jabatan, Lukman menegaskan bahwa sistem seleksi dan perekrutan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Banten dipastikan sudah berjalan sebagaimana mestinya. “Jadi setahu saya disini tidak ada yah soal jual beli jabatan itu,” tegasnya.

Dalam kasus dugaan jual beli jabatan Kemenag, KPK menetapkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka.

Selain itu, KPK menetapkan tersangka kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *