Tambang Liar Marak, Petugas Perum Perhutani Diduga Tutup Mata

Lebak Selatan I Dinamika Banten — Penambangan liar kembali terjadi. Kali ini terjadi di lahan Perum Perhutani wilayah Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Bayah.

Semakin maraknya penambangan batu bara di lahan milik BUMN tersebut diduga karena tidak ada keseriusan dalam penegakan hukum kepada para pelaku penambangan juga para korlap dan pengusaha penampungnya. Hali Ini diungkapkan salah seorang penggiat sosial dan pemerhati kebijakan pemerintah di Baksel, Een Nurjaeni, Senin 25/20/2021).

Menurutnya, jika ada keseriusan dari petugas Perum Perhutani di lapangan dan didukung oleh jajaran dari Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH ) Banten, sebenarnya ini hal mudah, kalau ada keseriusan,” ujarnya.

Een Nurjaeni juga menilai, rusaknya lahan Perum Perhutani oleh para penambang batu bara maupun penambang emas, akibat dari tutup mata dan bahkan di diduga ada petugas yang menerima sogokan,” cetusnya.

Kendaraan pengangkut batu bara hasil penambangan liar di lahan Perum Perhutani, Bayah, Kab. Lebak, Banten

Masih kata Een, sapaan akrabnya, kerusakan akibat dari kebrutalan para penambang liar ini harus segera dihentikan agar kerusakan hutan dan kerusakan lingkungan bisa diminimalisir, tentu ini harus ada tindakan tegas dari pihak pengelola lahan, yakni Perum Perhutani,” tegasnya.

Sementara saat di konfirmasi media ini, Kepala Resort Polisi Hutan ( KRPH ) Panyaungan Timur Endang menjawab dengan singkat, “Saya lagi dirawat di rumah sakit Pak,” ucapnya seraya mengirimkan foto ruang rawat inap RS kepada awak media ini via WA.

Berbeda dengan Wawan Kepala KRPH Bayah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tidak ada penambangan batu bara di lahan Perum BKPH Bayah.

“Saya kemarin turun ke beberapa titik yang rawan akan kegiatan ilegal ini, termasuk ke blok Pasir Bendera dan semuanya sudah pada hengkang Pak” terangnya. (Didin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *