Tahun 2018, Pemprov Banten Berhasil Perbaik 80 Km Jalan Rusak

DBC I Serang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten telah berhasil menyelesaikan perbaikan jalan sekitar 80 km dari target 160 km jalan rusak yang harus dituntaskan di wilayah Provinsi Banten.

“Alhamdulillah ditahun 2018 ini kita sudah menyelesaikan perbaikan jalan sekitar 50 persen atau 80 km dari target 160 km jalan rusak yang ada wilayah Provinsi Banten,” kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Hadi Soeryadi kepada dinamikabanten.co.id usai Apel Peringatan Hari Bhakti PU Ke-73 Tahun di Kantor Dinas PUPR Provinsi Banten, Jl. Syech Nawawi Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang.

Sisanya, kata Hadi akan menjadi PR kita untuk dirampungkan pada tahun anggaran 2019. “Percepatan penyelesaian infratrukur ini harus kita lakukan sebagaimana target yang diharapkan bapak Gubernur Banten yaitu selama dua atau tiga tahun jalan rusak di Banten pada masa kepemimpinan beliau harus bisa dituntaskan,” kata Hadi, Selasa (4/12).

Selain kegiatan perbaikan jalan, pihaknya juga saat ini tengah mencanangkan program untuk pengembangan perkotaan di wilayah Provinsi Banten. “Tampaknya memang sudah saatnya memikirkan bagaimana kegiatan untuk menunjang keindahan perkotaan. Disamping mengurai kemacetan dengan melakukan pelebaran diberbagai ruas jalan perkotaan, unsur keindahan juga perlu ditekankan. Misalnya dengan pembangunan trotoar, median jalan dan lain sebagainya,” kata Hadi.

Hadi mengakui bahwa untuk merealisasikan sejumlah kegiatan di wilayah perkotaan itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, namun demikian sepanjang untuk kepentingan masyarat dirinya tetap berupaya akan mewujudkan program.

“Bahkan, dalam rangka mengurai kemacetan kita sudah merencanakan pembangunan fly over. Simpang sebidang juga dilebarin dan dibagusin. Karena jalan rusak kan sudah kita tuntaskan,” tandasnya.

Dalam memperingati Hari Bakti PU ke 73 Selasa (4/12), erbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan yakni diawali dengan upacara di Halaman Kantor Dinas PUPR Banten yang kemudian dilaksanakan dengan ramah tamah dengan keluarga besar PUPR.

Hadi mengatakan ada beberapa hal yang ditekankan dalam Peringatan hari Bakti PU ke 73 ini, diantaranya para pejabat PU diminta untuk menjadi manager infrastruktur bukan manager konstruksi.

“Penekanan pak Menteri pejabat PU harus berprinsip manager infrastruktur bukan manager konstruksi,” katanya disela-sela peringatan Hari Bakti PU.

Hadi menjelaskan, jika hanya memiliki prinsip manager konstruksi hanya mengedepankan kerja tepat waktu, jumlah dan mutu. Padahal, tugas ASN di lingkungan lebih daripada itu yakni untuk meningkatkan sinergi, koordinasi dan kebermanfaatan dari pekerjaan.

“Kalau manager infrastruktur dia harus bermanfaat bersinergi dengan semua bidang seperti misalnya dengan teman-teman di dinas pertanian, bagaimana pembangunan jalan tidak dirusak dengan pembangunan pipa ini harus sinergi dengan pihak terkait, sinergi dengan kabupaten/kota, pemerintah pusat, bukan hanya mengedepankan ego PU saja,” jelasnya.

Ia menyebutkan, tahun ini peringatan hari Bakti PU untuk mengenang tujuh orang pegawai PU yang gugur pada tahun 1945 dimaknai untuk menyatukan semangat bekerja untuk lebih baik, kridibel dan akuntabel. “Pesan lain yang disampaikan pak Menteri yaitu orang PU harus siap bekerja dimana saja dan kapan saja,” katanya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *