Sulit Cari Pekerjaan, Rohinah Nekat Jadi TKW ke Timur Tengah

DINAMIKABANTEN.CO.ID,- SERANG l Peliknya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, membuat Rohinah (18) nekat mencari peruntungan dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke salah satu negara di Timur Tengah.

Rohinah terpaksa harus melancong ke negeri orang dengan tujuan merubah kehidupan keluarganya agar lebih layak serta demi menatap masa depannya yang lebih baik.

Wanita yang tinggal di Kampung Cikeli Desa Tirem Kecamatan Lebak Wangi Kabupaten Serang, Banten itu tak mengerti bahwa untuk menjadi TKW tidak semudah seperti membalikkan tangan, banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Salah satunya telah cukup umur dengan rentan usia 25 – 35 tahun.

Apalagi soal urusan moratorium (penghentian) atau larangan pengiriman TKW/PRT/TKI ke 21 negara di Timur Tengah yang ditetapkan Pemerintah sejak 2015 itu sangat jauh dari jangkauan pemahamannya. Karena didalam benaknya adalah bagaiman bisa mendapatkan pekerjaan dengan cara yang baik dan halal agar kehadirannya tidak menjadi beban bagi orang tuanya yang hanya sebagai buruh tani.

Disambangi dinamikabanten.co.id di kediamannya, Kamis (4/4/2019), Rafei, orang tua Rohinah mengatakan putrinya telah pergi menjadi TKW di Timur Tengah tepatnya di Negara Abu Dhabi sejak Otober 2018 atau telah 6 (enam) bulan sejak keberangkatannya.

“Waktu berangkat Rohinah saya tidak tahu. Karena saat itu saya sedang bekerja sebagai buruh tani. Yang lebih tau pastinya itu istri saya atau ibunya Rohinah,” kata Rafei.

Menurut Rafei, keberangkatan Rohinah adalah atas kemauannya sendiri dan tidak ada paksaan dari siapapun. Rohinah, kata Safei, begitu keras keinginannya demi membantu meringankan beban orang tuanya. “Kalau soal aturan moratorium dan Rohinah masih bawah umur saya tidak tahu ya,” saut Rafei.

Rafei mengaku menerima imbalan uang dari sponsor/perusahaan penyalur TKI yang memberangkatkan Rohinah adalah sebesar 3 (tiga) juta rupiah. “Katanya sih seharusnya saya terima 5 (lima) juta tapi karena harus mengurus KTP Rohinah jadi dipotong 2 juta. Sehingga saya bersih terima 3 juta rupiah,” bebernya.

Ditempat terpisah Juntiah sebagai sponsor yang memberangkatkan TKI atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk ke Luar Negeri membenarnya bahwa pihaknya telah memberangkatkan Rohinah menjadi TKW ke Abu Dhabi.

“Iya benar kita yang memberangkatkan. Tapi itu atas kemauannya sendiri. Dari pengakuan Rohinah katanya dia ingin membantu orang tuanya dan pribadinya dimasa depan. Karena mencari pekerjaan di dalam negeri sangat sulit,” tutur Enjun panggilan akrab Juntiah.

Walaupun bisa diterima di pabrik, imbuh Enjun, ia harus merogoh gocek hingga jutaan rupiah.

Enjun menuturkan bahwa kondisi mencari pekerjaan di dalam negeri berbanding terbalik dengan mencari pekerjaan ke luar negeri, sebab selain mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak juga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan imbalan dari perusahaan penyalur.

“Selain itu kebanyakan para TKW yang sudah bekerja rata-rata kehidupannya semakin membaik. Ada yang bisa membangun atau merenovasi rumah, membeli kendaraan, dan menyekolahkan anaknya serta mampu mencukupi segala kebutuhan keluarganya,” beber Enjun.

Disinggung soal pengurusan dokumen KTP, Enjun mengaku tidak tahu menahu. “Yang jelas untuk menjadi TKW itu syaratnya ya harus ada E_KTP dan persetujuan dari kedua orang tuanya,” ucapnya.

(Eli Iskandar/Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *