Soal Tak Ada Kepala OPD Perempuan, Sekda Kota Serang Malah Bilang Lebay

Serang I Dinamika Banten — Sekda Kota Serang, Nanang Saepudin menyampaikan tanggapan kaitan tidak pernah ada pejabat perempuan yang ditunjuk sebagai Kepala OPD di lingkungan Pemkot Serang.

Ditemui Dinamika Banten di ruang kerjanya, Selasa (21/09/2021), Nanang menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menghalang – halangi keterlibatan perempuan dalam berkontribusi di jajaran Kepala OPD, bahkan kami sangat terbuka mengenai lelang jabatan yang dilakukan.

Nanang yang juga ketua Pansel Open Bidding ini justru mengaku mendorong para perempuan agar mengikuti seleksi dengan catatan harus memenuhi persyaratan yang berlaku dan tentu berkompeten dalam bidangnya.

“Saya pun ikut memotivasi kaum perempuan yang berkompeten dan memenuhi persyaratan agar ikut lelang (jabatan-red), tapi banyak yang tidak mau. Kalau tidak mau masa mau di paksa. Dan ingat tidak ada pembatasan atau diskriminasi bagi kaum perempuan. Kami tetap peduli dengan isu gender ini, dan alhamdulillah sekarang ada 3 (tiga) srikandi yang mengikuti lelang jabatan, yaitu Dr Teja, ibu Ida dan ibu Wiwi,” ujarnya.

Nanang menjelaskan ada beberapa kendala yang menjadi alasan kaum perempuan belum pernah mendapatkan kesempatan menjadi kepala OPD di Kota Serang, yaitu Kota Serang ini masih belum lama terbentuk, lalu banyak dari wanita yang berkompeten belum mau ikut seleksi lelang jabatan dan yang terakhir mungkin masih ada pandangan atau kultur perasaan perempuan itu sendiri merasa tidak enak.

Di singgung mengenai image atau sorotan masyarakat bahwa Kota Serang belum memenuhi keterwakilan perempuan Nanang menjawab, “Gak apa apa, kamunya aja yang lebay,” canda Nanang pada Dinamika Banten.

Sementara itu, Ketua DPRD kota Serang Budi Rustandi meminta Walikota Syafrudin untuk tidak meragukan kompetensi perempuan dalam memimpin sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pasalnya diberbagai daerah baik pejabat birokrasi maupun pejabat politik kiprah perempuan terbukti mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan.

“Jadi Pak Wali seharusnya jangan meremehkan kemampuan manajerial seorang perempuan. Perlu diketahui dalam berbagai persoalan, pejabat perempuan juga mampu mencari sebuah solusi,” ucapnya.

Menurutnya, melalui open bidding ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan walikota untuk menjawab berbagai kritik maupun atensi masyarakat kaitan pelibatan perempuan.

“Jika itu bisa dilakukan tentu akan membuka sejarah baru bahwa Walikota telah mulai mengakomodir pejabat perempuan untuk berkontribusi lebih dalam pembangunan. Sampai detik ini, sejarah masih mencatat belum pernah ada pejabat perempuan memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang,” cetus Politisi Partai Gerindra ini. (Hendris/Satiri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *