Soal Proyek Rusun, Camat Panimbang: Saya Gak Tahu

PANDEGLANG | Dinamika Banten

Soal adanya proyek rumah susun di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Camat Panimbang, Engkos Kosasih, tidak bisa memberikan penjelasan terkait fungsi dan sasaran pembangunan tersebut dibangun di kawasan tersebut. Alasannya, Kosasih tidak mengetahui ada proyek rumah susun yang di danai oleh pemerintah pusat.

” Saya tidak bisa menjelaskan terkait fungsi dan manfaat proyek itu dibangun, karena selama ini dari sejak awal pembangunan hingga sekarang belum ada sosialisasi atau koordinasi ke kantor kecamatan Panimbang,” ucap Engkos Kosasih di ruang kerjanya, Senin (21/11/21).

Camat itu juga, memanggil Sekretaris Camat (Sekmat), Amir Mahmud, namun senada bahwa dirinya juga tidak mengetahui adanya proyek rumah susun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten.

” Kita gak tahu dan gak ada dari pihak kontraktor yang datang ke Kantor Kecamatan Panimbang,” ujar Amir Mahmud singkat.

Selanjutnya, Engkos Kosasih juga menyarankan agar menghubungi Kepala Administratur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Wawan yang kini menjabat sebagai Plt Camat Patia, Pandeglang, Banten. ” Soal KEK hubungi pak Wawan, jangan-jangan dia juga tidak ada laporan terkait proyek rumah susun di kawasan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Wawan Ruswandi, Administratur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, dirinya mengaku baru kemarin ada koordinasi terkait pembangunan rusun tersebut.

” Saya juga baru kemarin mendapat koordinasi soal pembangunan itu,” singkat Wawan melalui telepon selulernya.

Ketika Wawan diminta waktu oleh awak media untuk bertemu agar mendapatkan penjelasan soal proyek rumah susun, Wawan berdalih masih sibuk, bahkan besok juga dirinya ke Pandeglang. ” Nanti kita agendakan waktunya, nanti saya kabarin,” tukasnya.

Berdasarkan informasi pembangun rumah susun untuk para pekerja Banten West Java Tourism Development Corporation (TDC). Rusun pekerja tersebut dibangun satu tower dengan tipe 24 panjang setinggi tiga lantai dengan anggaran senilai Rp 16,68 Milyar. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *