SMKN 7 Kota Serang Pastikan Tidak Ada pelonco di MPLS

SERANG I DBC — SMK Negeri 7 Kota Serang memastikan tidak ada kegiatan perpeloncoan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang telah berlangsung pekan lalu.

“Tidak ada atribut-atribut (pelonco), sesuai arahan Permendikbud.” kata Kepala SMK Negeri 7 Kota Serang, H. Subai saat dikonfirmasi dinamikabanten.co.id di Serang, Selasa (23/7).

Ia mengatakan aksi pelonco di MPLS sangat kecil kemungkinan terjadi karena masa pengenalan tersebut dikawal terus oleh guru dan sekolah telah memberikan arahan pada siswa kelas XI dan XII untuk tidak melakukan hal tersebut.

Sekolah pun sudah mengantisipasi kemungkinan perpeloncoan di kegiatan ekstrakurikuler melalui pendampingan guru dan pelatih.

“Kami yakin anak-anak paham semua dan tidak menyalahgunakan peluang seperti itu,” kata Subai.

Subai juga menegaskan, dalam hal ini pihak sekolah tidak melibatkan siswa senior. Hanya saja, mereka tetap melibatkan beberapa siswi dari OSIS untuk mengurus perlengkapan dan kebutuhan selama pengenalan sekolah. “Kita ambil alih dan siswa senior tidak diperkenankan masuk ke dalamnya kecuali yang sudah ditunjuk,” tegas Subai lagi.

Penunjukan siswi dalam pengenalan lingkungan sekolah ini, diakui dia, karena dianggap perlu. Dia memisalkan, untuk mengurus keperluan dan perlengkapan seperti di dalam kelas atau sebelum guru masuk untuk memberikan materi, semua harus dilakukan oleh para pengurus OSIS. “Siswi yang kita libatkan juga beberapa orang saja dan sudah kita pilih. Jadi, tidak ada perpeloncoan lagi,” katanya.

Pengenalan lingkungan sekolah, menurut dia, maksimal dilakukan selama tiga hari yang telah dilaksanakan pada pekan lalu. Materi yang disampaikan oleh pihak sekolah atau guru, dijelaskan dia, melingkupi tentang sekolah, budaya, dan sebagainya. “Intinya siswa tidak lagi diharuskan mengenakan pita dan aksesoris yang tidak ada hubungannya dengan pengenalan lingkungan sekolah ini,” ujarnya.

Mengenai penggunaan atibut name tag berbahan karton, Subai mengatakan itu hanya tanda pengenal sementara saja.

“Ya kan tidak semua kegiatan diartikan pelonco, itu hanya masalah anak pakai tanda pengenal dari karton dan hari itu juga suruh diganti,” jelasnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *