SMKN 6 Kota Serang Lima Tahun Berturut-turut Wakili Banten Ke Kancah Nasional

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Banyak yang tidak tahu bahwa ternyata SMK Negeri 6 Kota Serang memiliki segudang prestasi yang cukup membanggakan. Bagaimana tidak, sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 sekolah yang terletak di Jl. Kelurahan Masjid Priyayi No.69, Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten ini secara berturut-turut mewakili Banten dalam gelaran Lomba Kompetisi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional.

“Selain mewakili, selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020 kita selalu masuk peringkat lima besar juara tingkat nasional,” kata Atun Supriatna, Kepala SMK Negeri 6 Kota Serang didampingi Wakasek Bidang Sarana dan Prasarana, Muhammad Ginanjar di Serang, Jumat (15/1).

Pada 2019, sekolah yang memiliki 4 jurusan Keahlian (Teknis pengelasan, TBSM, TKJ dan akuntansi) ini pernah juara 2 tingkat nasional dan pada LKS tahun 2020 dengan metode perlombaan daring masuk 5 besar.

“Kekurangan kita sehingga masuk peringkat lima itu karena faktor venue praktek saat perlombaan. Dimana selama Pandemi Covid-9 ini, juri akan memberikan tambahan penilaian pada peserta yang memilih tempat praktek di rumah, sementara peserta yang prakteknya di sekolah ada pengurangan penilaian. Kita kan repot kalau harus memindahkan alat-alat praktek las untuk dibawa ke rumah tempat tinggal siswa sebagai peserta lomba,” jelas Atun.

Kesuksesan para peserta didik SMK Negeri 6 Kota Serang yang telah menyabet deretan prestasi itu tak lepas dari peran guru pembimbing pada jurusan teknik pengelasan, Muhammad.

“Sejak 2008 SMK 6 berdiri hanya mengalami dua kali gagal atau tidak bisa mengirimkan peserta LKS jurusan pengelasan ke tingkat nasional. Selebihnya yaitu sejak 2008, 2009, 2010 kita sudah berurut-turut ikut tingkat nasional. 2011 kita gagal pada diseleksi provinsi, selanjutnya 2012, 2013 dan 2014 kita kembali mengirimkan peserta LKS tingkat nasional, dan 2015 kita kembali gagal. Kemudian pada 2016 sampai sekarang kita selalu membawa siswa untuk ikut ke kancah nasional,” kata Muhammad.

Untuk meraih prestasi pada tingkat nasional, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Sebagai guru pembimbing Muhammad mengaku hanya memberikan penguatan mental agar siswanya selalu disiplin, optimis, pantang menyerah, terus berlatih dengan konsisten, memiliki daya juang yang besar untuk memperoleh hasil yang optimal.

“Segala hal kalau diukur dari anggaran hasil tentu tak akan maksimal. Sebab selama ini dalam mengawal anak-anak saat berlomba sejak tingkat kota kemudian provinsi saya selalu memaksimalkan berapapun nilai pembiayaan yang diberikan sekolah. Demikian pula kontribusi dari dinas pendidikan provinsi untuk ke tingkat nasional, selalu kita jawab dengan memboyong prestasi,” ucapnya.

Wakasek Bidang Sarpras, Muhammad Ginanjar menambahkan dengan geliat prestasi yang banyak disumbangkan dari bidang keahlian pengelasan maka sekolah menetapkan jurusan kompetensi ini sebagai jurusan unggulan SMK Negeri 6 Kota Serang.

“Prestasi ini tentu harus kita pertahankan bahkan terus ditingkatkan. Salah satunya dengan pemenuhan sarana pembelajaran yang memadai untuk siswa seperti bantuan Ruang Praktek Siswa (RPS) teknik pengelasan dan teknik bisnis dan sepeda motor (TBSM),” kata Ginanjar.

Selain RPS, pihaknya juga tengah mengupayakan bantuan untuk ruang kelas baru. Hal itu lantaran ruang kelas yang ada saat ini tidak mencukupi untuk kegiatan bejalar siswa yang saat ini berjumlah 850 siswa.

“Jujur saja kita kerepotannya itu dari ruang kelas yang terbatas sementara animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya disini sangat besar. Akhirnya setiap tahun kita kerap membuang (menolak-red) sebagian besar calon siswa yang mendaftar disini,” ucapnya.

Bahkan, sambung Ginanjar, untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar dari jumlah siswa yang ada saja, pihaknya terpaksa harus menyekat sebagian ruang kelas.

Saat ini, sekolah dengan luas 15.000 meter itu baru memiliki 16 ruang kelas dari kebutuhan 24 ruang kelas. “Namun dengan bantuan dua lokas RPS dan bantuan RKB minimial dua ruang yang saat ini tengah diupayakan, kita akan hilangkan sekat itu. Jadi ruangan akan kita atur kembali dengan memungsikan sesuai kebutuhannya,” jelasnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *