SMKN 4 Kota Serang Kantongi Lisensi LSP

SERANG I DBC — Tak hanya mengantongi ijazah akademik saja, kini lulusan SMK wajib mengantongi sertifikat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai bukti siap bersaing di Dunia Usaha dan Industri (DUDI).

Sejak kebijakan ini diterapkan beberapa tahun terakhir, sudah banyak SMK di Banten yang menjadi LSP Pihak Pertama (LSP-P1) yang artinya berhak menjadi tempat rujukan ujian yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Salah satu SMK yang sudah menerima lisensi LSP-P1 ini adalah SMKN 4 Kota Serang. Sekolah ini pun menjadi rujukan LSP untuk program keahlian Teknik Mesin, Otomotif (TKR dan TSM), Ektronika, listrik, TKJ, Perknatoran dan akuntansi.

Kepala SMK4 Kota Serang, Yadi Sufiyadi mengatakan, untuk menjadi sekolah yang memiliki lisensi LSP ini banyak syarat yang harus dipenuhi.

Seperti harus punya assesor, punya ruangan LSP, dokumen-dokumen dan SOP yang diperlukan oleh lembga sertifikasi, dan harus punya Tempat Uji Komptensi (TUK).

“Mereka ujiannya per kluster atau per skema. Setiap semester sudah dibagi-bagi. Dari hasil per semester nanti dimasukkan ke laporan dan bisa ikut ujian. Barulah bisa dikeluarkan sertifikatnya oleh BNSP,” ungkap Yadi di Serang, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, belum tentu semua sekolah ada LSP. Maka itu bagi sekokah yang sudah ditunjuk seperti SMKN 4 ini, disarankan membuat jejaring.

“Kalau jejaring kita sendiri ada beberapa SMK baik negeri dan swasta. Jadi saat mau mengambil sertifikat LSP bisa ujian di sekolah kita,” jelasnya.

Kepala KCD Pendidikan Serang Cilegon, Ridwan

Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Serang dan Cilegon Disdikbud Provinsi Banten, Ridwan mengatakan, LSP sendiri merupakan lembaga sertifikasi yang telah memiliki lisensi dari BNSP yang secara independen dan profesional telah membuat dan mengembangkan standarisasi kompetensi kerja.

“Jadi sekolah yang ada memiliki lisensi LSP ini ada SKnya, bisa melakukan verifikasi terhadap tempat uji kompetensi, membuat materi uji kompetensi dan menerbitkan sertifikat kompetensi sebagai pembuktian bahwa siswa yang bersangkutan benar-benar kompeten dalam bidang kompetensinya baik secara Nasional ataupun Internasional,” ujarnya.

Sedangkan syarat untuk SMK yang sudah menjadi LSP P1 ditetapkan BNSP dengan beberapa kriteria. Pertama, SMK tersebut harus sudah terakreditasi. Kedua, sudah menerapkan kurikulum yang berbasis pada standar kompetensi.

“Ketiga, harus memiliki tenaga asesor, yaitu seseorang yang memiliki kualifikasi untuk melaksanakan asesmen dalam rangka asesmen manajemen mutu dalam sistem lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada SMKN 4 Kota Serang yang sudah memegang SK LSP ini sesuai dengan program keahlian masing-masing.

“Bagi sekolah yang sudah bisa LSP bisa menguji dan mengeluarkan Sertifikat Kompetensi untuk peserta didiknya. Selanjutnya, Sertifikat Kompetensi yang dimiliki lulusan SMK itu bisa diakui DUDI dalam proses rekrutmen tenaga kerja terampil,” terangnya.

Ridwan berharap lebih banyak lagi SMK-SMK lain di Banten khususnya wilayah Serang Cilegon bisa mengejar lisensi LSP itu. “Sebab itu menjadi sebuah keniscayaan yang harus dijalankan bagi sekolah kejuruan mengingat persaingan dunia usaha dan dunia industri ini semakin tinggi. Maka lulusan SMK perlu dibekali dengan sertifikat LSP itu,” ucapnya. (ade gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *