SMKN 2 Kota Serang Buka Posko Tsunami Selat Sunda

DBC I Serang – Bencana tsunami yang terjadi di kawasan Selat Sunda, Sabtu (22/12) mengundang simpati bagi korban dari berbagai pihak. Data BNPB hingga Selasa (25/12) pukul 16.00 WIB, total korban meninggal mencapai 413 jiwa, 96 hilang dan 1.038 lainnya luka-luka.

Sebagai respons atas kejadian bencana ini, SMK Negeri 2 Kota Serang membuka posko bantuan berupa selimut, pakaian, sembako dan uang tunai. Bantuan uang tunai bisa diserahkan langsung ke Posko Bantuan di SMK N 2 Kota Serang atau transfer melalui rekening Mandiri dengan nomor 1630001410383 atas nama SMK N 2 Kota Serang. Jangan lupa memberikan informasi keterangan info transfer: #SELAT SUNDA.

“Kami turut bersimpati atas musibah yang terjadi karena tsunami Selat Sunda yang menerjang pantai Anyer, Pandegelang dan Tanjung Lesung hingga Provinsi Lampung. Sebagai wujud peduli kami sudah membuka posko bantuan di mana setelah terhimpun logistik akan disalurkan kepada masyarakat di sepanjang Pantai Anyer sampai Pantai Tanjung Lesung-Sumur,” kata Kepala SMK Negeri 2 Kota Serang, Lilik Hidayatullah, Selasa (25/12).

Posko bantuan digunakan untuk menghimpun bantuan berupa dana, pakaian, selimut dan makanan bayi. Untuk itu, Lilik mengimbau warga Kota Serang untuk turut serta membantu para korban. “‎Bagi mereka yang berkenan untuk memberikan bantuan disilahkan menyampaikannya lewat posko atau rekening ” katanya.

Secara khusus Lilik menyampaikan rasa belasungkawa dan keprihatinannya atas bencana tsunami di Selat Sunda itu. ‎ “Saya berdoa, terutama kepada saudara-saudara yang terdampak, semoga musibah ini dapat meningkatkan ketakwaan dan kesabaran mereka,” ucapnya.

Untuk diketahui, belum lama ini Lilik bersama jajaran MKKS SMK Se Provinsi Banten telah menyalurkan bantuan uang tunai kepada warga yang menjadi korban gempa Lombok. Setelah itu MKKS Banten juga kembali menghimpun bantuan uang tunai untuk diserahkan kepada warga Palu Sigi dan Donggala yang menjadi korban Gemba dan Tsunami di daerah tersebut. “Alhamdulillah waktu itu bantuan uang tunai yang bisa kita kumpulkan dan diserahkan sekitar 494 juta rupiah kepada kepada 99 orang warga Palu, Sigi dan Donggala Prov. Sumatera Utara,” kisah Lilik.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *