SMKN 1 Kota Serang Terapkan E-Raport

Serang I DBC — SMK Negeri 1 Kota Serang dalam dua tahun terakhir ini telah menerapkan laporan penilaian pendidikan berbasis web. yang disebut E_Raport.

Plt. Kepala SMK N 1 Kota Serang, Cucu Suprihatin didampingi Wakasek Kurikulum Ading Kustendi menjelaskan e_raport merupakan sebuah inovasi dalam perkembangan teknologi dan informasi menuju semangat yang disebut 4.0.

“Jadi e_raport ini adalah aplikasi pengganti raport yang berbasis web, dimana si guru-guru mata pelajaran (Mapel) cukup membuat perencanaan penilaian pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan Kl 3 dan Kl 4 yang diajarkannya. Setelah melakukan penilaian maka guru tersebut berkewajiban menginfutkan nilainya yang secara otomatis akan terkirim ke para wali kelasnya masing-masing,” kata Cucu Suprihatin kepada Tangerang Raya di Serang, Selasa (2/7).

Sehingga, kata Cucu, walikelas tidak perlu lagi mengolah satu persatu nilai dari para guru mapel karena nilai sudah langsung bisa muncul pada mapelnya masing-masing melalui sistem aplikasi e raport tersebut. “Intinya aplikasi ini menjadi pengganti lemburnya para walikelas hanya untuk menginfutkan satu persatu nilai-nilai dari guru mata pelajaran,” tandasnya.

Dengan demikian, kata Cucu, para walikelas hanya tinggal mencetak hasil penilaian tersebut untuk menjadi bukti fisik raport yang akan diserahkan kepada orang tua siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menyampaikan apresiasi terhadap SMK N 1 Kota Serang yang telah menerapkan laporan penilaian berbasis web sekolah.

Engkos menjelaskan, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, komputer telah digunakan untuk berbagai keperluan dan menjadi bagian yang sangat penting untuk menunjang aktifitas maupun pekerjaan dalam segala hal.

Dalam kegiatan pendidikan pun diperlukan adanya suatu sistem komputerisasi dalam berbagai keperluan, khususnya dalam pengolahan data nilai. Nilai merupakan salah satu bagian dari kegiatan belajar mengajar yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan nilai akhir hasil belajar siswa.

“Kegiatan pengolahan data nilai yang telah berjalan di sekolah-sekolah diawali dari pencatatan semua nilai dalam satu semester secara manual yang dilakukan oleh guru mata pelajaran kemudian data diserahkan ke bagian administrasi untuk direkap,” bebernya.

Selama ini, kata Engkos, pengelolaan nilai pada bagian administrasi masih menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Data yang sudah direkap tersebut selanjutnya diserahkan kepada wali kelas untuk dimasukan ke dalam buku raport siswa.

Dengan sistem pengelolaan seperti itu masih memiliki beberapa resiko seperti data hilang atau tertinggal di rumah yang dapat memperlambat pekerjaan serta diragukan keaslian nilainya.

Oleh karena itu dibutuhkan sistem terintegrasi yang dapat mengolah informasi  administrasi sekolah, khususnya nilai siswa secara cepat dan tepat dengan dukungan perangkat komputer dan internet. Maka dari itu perlu adanya sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam pengolahan nilai pada sekolah, ya salah satunya yang disebut e_raport ini. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *