SMKN 1 Kota Cilegon Terapkan Program 5R

CILEGON – SMK Negeri 1 Cilegon merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Cilegon yang terakreditasi A. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1997 tersebut berlokasi di Kampung Kedungbaya Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber, yang saat ini memilki siswa sebanyak 1700 orang, dan segudang prstasi.

“Jika secara potensi sekolah kami ini diatas rata rata, cuma masih banyak PR yang harus kami benahi, sehingga ada muncul beberapa program yang akan kita gulirkan pada tahun ini, dan sekarang kami dapat amanah yang cukup banyak dari pemerintah pusat untuk mengembangkan mutu pembelajaran SMK melalui bantuan-bantuan program seperti sekolah rujukan,” ungkap Widodo Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Cilegon, kepada, kemarin.

Dikatakan Widodo, bahwa sekolah SMK Negeri 1 Kota Cilegon saat ini sudah mulai menggandeng beberapa perusahaan untuk terjun mem-beckup program – program sekolah, sebagai contoh dalam hal yang menjadi PR seperti kedisiplinan, dan kebersihan sekolah, dan pihaknya menginginkan sekolah ini, menjadi sekolah percontohan untuk program 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yang merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang.

“Namun kami sadar, sekolah kami masih jauh dari itu, tapi intinya kan sekalian berbenah ya sekalian terjun menjadi sekolah percontohan, nah termasuk membangkitkan pendidikan karakter itu kan penting, karena memeng yang dibutuhkan industri itu kan terkait dengan etika, sikap kerja, budaya industri dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kalau secara umum, kata Widodo, sekolahnya sudah melalui semuanya, tapi yang lebih sederhana sebetulnya back to basic artinya bagaimana membangun kualitas SDM melalui kedisiplinan. Sedangkan knowledge, skill, serta karakter yang menjadi prioritas dalam program tersebut.

Terkait dengan sekolah rujukan, Widodo menuturkan, SMKN 1 Cilegon sudah mulai berbenah sejak digulirkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015 – 2019, dan salah satu programnya menyatakan setiap Kabupaten/Kota memiliki minima 1 Sekolah Menengah Rujukan/Model.

“Dulu tuh kami kan berawal dari sekolah bertaraf internasional, karena ada sesuatu hal sehingga jadi sekolah berprestasi, terus berpotensi menjadi sekolah rujukan,” tutur Widodo.

Untuk Program Studi, lanjut Widodo, SMKN 1 Cilegon memiliki 9 (Sembilan) program studi seperti; Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Mekatronika, Teknik Gambar Mesin, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur. “Sekolah kami memiliki tenaga pendidik sebanyak 95 Orang, dan siswa 1700, serta ada 9 (Sembilan) Program Studi,” jelasnya.

Saat disinggung dengan orientasi kelulusan Widodo menegaskan, pihaknya menggunakan metode “BMW” Setelah lulus sepenuhnya di serahkan kepada siswa apakah akan Bekerja, Melanjutkan ke Perguruan Tinggi atau Wirausaha tetapi sesuai dengan konsep SMK yang lebih cenderung berorientasi untuk bekerja.”Tujuan SMK itu bekerja, namun kami mengakomodir kalau memang ditengah perjalanan ada yang berkeinginan mengembangakan wirausaha, atau kependidikan yang lebih tinggi harus kami kawal sehingga mereka mampu dan Bisa berhasil,” pungkasnya.

Diakhir pembicaraanya, Widodo berharap, SMKN 1 Kota Cilegon menjadi sekolah yang Berprestasi, Berwawasan Lingkungan, IPTEK yang berlandaskan IMTAQ dan kebanggaan semua pihak. “Yang pasti kami bertekad menjadikan sekolah ini, menjadi sekolah kebanggaan masyarakat Kota Cilegon,” harapnya. (Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *