SMK Negeri 3 Pandeglang Terapkan GSM Dimasa Pandemi

Serang I Dinamika Banten — Kepala SMK Negeri 3 Pandeglang, Dedy Wara Susandi, M.Pd mengatakan bahwa sekolah yang beralamat di Jl. Raya Perintis Kemerdekaan No.169, Caringin, Labuan, Kabupaten Pandeglang ini ditunjuk Kemendibud melalui Dirjen Pendidikan Vokasi untuk menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM).

“Sudah tidak asing lagi istilah GSM ditelinga kami para pengajar. Gerakan Sekolah Menyenangkan menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan. Belajar tidak lagi harus melulu duduk diam di kelas mendengarkan penjelasan guru,” kata Dedy saat ditemui wartawan di Serang, Selasa (23/2).

Dalam pembelajaran versi GSM, kata Dedy, sekolah diubah menjadi tempat yang menyenangkan untuk peserta didik belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup agar mereka memiliki bekal keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui GSM, sambung Dedy, peserta didik tidak lagi bosan berada di sekolah, mereka justru betah berlama-lama di sekolah untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang dikemas sangat menyenangkan.

“Namun demikian, tidak hanya peserta didik yang diharapkan mampu berfikir kritis, kreatif dan menyenangkan, tetapi gurulah yang harus pertama kali memiliki sifat tersebut. Guru yang kreatif akan menciptakan pembelajaran yang menitik beratkan kepada pemahaman peserta didik. Mengajar tidak lagi hanya sekedar mentransfer ilmu yang dimiliki guru kepada peserta didiknya,” ujar Mantan Kepala SMK Negeri 12 Pandeglang dan Plt Kepala SMK Negeri 6 Pandeglang ini.

Dedy Wara Susandi, Kepala SMK Negeri 3 Pandeglang

Menurutnya, pembelajaran daring selama pandemi justru menciptakan jarak peserta didik dari keseharian keluarga. Anak-anak dan orangtua justru tidak membangun kedekatan melainkan sibuk dengan materi yang tidak kontekstual.

“Yang terjadi saat ini kebanyakan guru memindahkan beban belajar di sekolah ke rumah. Tidak jarang ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugasnya,” timpalnya.

Dalam pembelajaran ala GSM, sambung Kepala Sekolah yang pernah mengabdi sebagai guru di SMK Negeri 2 Pandeglang ini, karakter dan lifeskill justru yang harus dibangun dan dikembangkan dalam pembelajaran selama pandemi ini. “Tangguh bersama keluarga”, kegiatan pembelajaran menyenangkan tidak hanya melibatkan peserta didik tetapi juga peran orangtua peserta didik.

“Tugas yang diberikan guru dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik tidak terasa telah menyelesaikan tanggungjawab mereka. Kombinasi antara ilmu pengetahuan dan keterampilan sangat terasa dalam kegiatan pembelajaran ala GSM,” papar pria yang tinggal di Cigadung, Kabupaten Pandeglang ini.

Sebagai contoh, pembelajaran untuk siswa pada Jurusan Agribisnis Pengolahan Air Tawar. Peserta didik diminta melakukan budidaya ikan lele dengan sistem penugasan kelompok pagi, kelompok siang dan kelompok sore. “Budidaya itu kan terdiri dari pembenihan dan pembesaran. Dua model itu kita terapkan. Masing-masing kelompok menerima tugas yang berbeda-beda yaitu ada yang diminta memberi pakan, mengontrol air dan lain sebagainya,” ujar Kepsek yang baru 6 bulan mendapat amanah di sekolah tersebut.

Menurutnya, GSM bisa menjadi solusi mengatasi rasa bosan peserta didik yang belajar dirumah. Tidak hanya itu, lifeskill anak akan terasah sedikit demi sedikit sehingga harapannya nanti anak-anak memiliki keterampilan dan katakter yang baik untuk menghadapi tantangan di era 4.0.

Saat ini sekolah dengan luas lahan 1,1 hektare dan jumlah peserta didik 937 siswa ini menargetkan akan menerima siswa sebanyak 12 rombel atau 422 siswa pada PPDB Tahun 2021. “Kita punya 7 (tujuh) keahlian dengan 9 (sembilan) jurusan. Yaitu agribisnis pengolahan air tawar, teknologi pengolahan hasil perikanan, nautika kapal penangkap ikan, kehutanan tediri dari investarisasi kehutanan dan sumberdaya kehutanan, TIK tediri dari TKJ dan Multimedia, dan TBSM serta Wisata Bahari,” bebernya.

Apresiasi Pada Gubernur Banten

Kepala Sekolah yang dikenal familiar dengan hobinya traveling ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten atas perhatian yang konkret pada dunia pendidikan.

“Saya sebagai kepala SMK Negeri 3 Pandeglang beserta guru baik ASN maupun non ASN menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan konsen Bapak Gubernur, Wahidin Halim dalam membangun pendidikan di Banten,” kata Sekretaris MKKS SMK Kabupaten Pandeglang ini.

Kepsek bersama Guru SMK Negeri 3 Pandeglang

Ia mengakui semenjak kepemimpinan WH pendidikan di Banten mengalami perkembangan pesat baik dari aspek infrastruktur meliputi ; pembangunan ratusan Unit Sekolah Baru (USB), ribuan ruang kelas baru dan rehabilitasi ribuan ruang kelas. Kesejahteraan ASN melalui Tunjangan Daerah (Tunda) dan Non ASN melalui honor bulanan sesuai UMK Kabupaten/Kota berikut tambah penghasilan dari jam mengajar serta pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK dan SKh Negeri Se-Banten. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *