SMK Negeri 2 Pandeglang Fokus Pengembangan Mutu dan Kompetensi Lulusan

Miliki Sarana dan Prasarana Yang Memadai

SERANG I DINAMIKA BANTEN

Memiliki lahan luas hingga 8 hektar dengan fasilitas sarana pembelajaran yang memadai membuat SMK Negeri 2 Pandeglang kian diminati orang tua siswa. Kepala SMK Negeri 2 Pandeglang, Ade Firdaus bahkan memastikan arah program yang bakal dijalankan bukan lagi berkutat pada urusan infrastruktur melainkan fokus pada pengembangan mutu sekolah dan mutu kompetensi siswa.

“Kalau soal infrastruktur mulai dari ruang kelas belajar, ruang praktek/laboratorium dan ruang-ruang pembelajaran lainnya sepertinya kita sudah cukup memadai ya. Justru yang saat ini sedang kita prioritaskan ialah strategi untuk meningkatkan mutu sekolah dan kompetensi siswa agar tamatan di sekolah ini lebih mudah terserap industri,” kata Ade Firdaus, Selasa (9/2/2021).

Beberapa langkah yang sudah dijalankan ialah memperbanyak MoU atau kerjasama rekruitmen bersama perusahaan dan sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pengujian dibawah BSNP dengan sekolah dengan jumlah lebih dari 2.000 siswa ini telah terliseni. “Jadi anak-anak yang berkompeten akan dilakukan uji kompetensi, jika ternyata hasilnya berkompeten maka kita akan keluarkan sertifikat. Dan ini berlaku untuk 8 jurusan yang ada disini,” ucap Mantan Kepala SMK Negeri 1 Pandeglang ini.

Ade Firdaus, Kepala SMK Negeri 2 Pandeglang

Ade Firdaus mengaku sebelum terjadi Pandemi Covid-19, dalam kondisi normal lulusan yang bersekolah di SMK yang difavoritkan warga Pandeglang, Banten itu bisa terserap dunia usaha dan dunia industri mencapai 60 persen.

Terapkan Budaya Kerja

Kepsek yang pernah lolos dalam Pemilihan Kepala Sekolah Berwawasan Lingkungan Tingkat Nasional Tahun 2014 ini menjelaskan bahwa saat ini tuntutan tentang peningkatan kualitas lulusan pendidikan vokasi terus berkembang seiring perkembangan dunia industri, apalagi sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Pendidikan dan proses belajar di pendidikan vokasi harus dirancang agar menyerupai tempat kerja di dunia industri dan atau dunia usaha, baik peralatannya, sarana prasarana pendukungnya, keterampilan penggunaan alat kerja dan mesin produksi, maupun budaya kerjanya.

Namun, menurutnya mengingat masalah budaya kerja itu bukan hal yang bersifat instan maka perlu dimulai sejak dini dan dalam waktu yang tidak sebentar serta didukung oleh lingkungan sekitar. ” Kita aplikasikan selama mereka belajar disini dan tentukan harus pula didukung dengan lingkungan keluarga juga sebagai penguat, sehingga bisa menjadi bagian dari kehidupan siswa pendidikan vokasi dan secara perlahan mampu membentuk karakter atau kepribadian,” ungkapnya.

Ade Firdaus saat menunjukkan media percobaan pengembangan biakan tanaman melalui kultur jaringan di laboratorium Pertanian

Kepsek yang bertugas sejak tahun 2011 ini sempat mengajak wartawan dinamikabanten.co.id berkeliling melihat lingkungan sekolah yang tampak hijau nan asri itu. Dengan suasana hening dan sejuk tampaknya membuat siapapun yang berkunjung akan merasa nyaman bahkan seolah ingin berlama-lama berada di sekolah dengan kondisi lahan berbukit-bukit yang dibangun tahun 1996 ini.

“Disini kita sedang melakukan percobaan melalui kultur jaringan tanaman seperti kelapa kopyor, pisang dan tanaman yang sedang digandrungi Pak Gubernur yaitu talas beneng,” ungkapnya menunjukkan salah satu aktivitas pembelajaran yang dilakukan para siswanya jika berada di laboratorium Pertanian. Namun karena saat ini pembelajaran masih dilakukan secara daring, Kepsek hanya didampingi salah seorang guru pendamping yang turut menjelaskan pola pembelajaran di lab tersebut.

Bicara fasilitas, Ade Firdaus menguraikan bahwa sekolahnya telah memiliki ruang kelas bejalar sebanyak 55 ruang, masing-masing jurusan sudah memiliki laboratorium dan RPS yang lengkap, lapangan orahraga yang luas juga ada, aula yang mampu menampung 1.000 juga ada, ruang meeting kapasitas 100 orang ada, taman kota kita punya dan lain sebagainya.

Ia juga mengatakan sekolah yang beralamat di Jl. Raya Lintas Timur KM 03, Kadubanen, Kabayan, Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten ini telah meraih beragam prestasi baik akademik maupun non akademik dari tingkat provinsi bahkan nasional.

“Semoga Pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar kita bisa kembali menjalankan aktivitas pembelajaran sebagaimana biasanya. Sehingga tujuan meningkatkan skill dan kompetensi bagi siswa bisa dilakukan dengan cepat dan efektif,” tandasnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *