SMAN 1 Pabuaran Ciptakan Siswa Berjiwa Entrepreneur

DBC I Serang – Menghadapi zaman yang serba kompetitif saat ini serta kedepannya, tentunya sangat diperlukan sebuah inovasi dan kreatifitas agar jiwa yang ulet, tangguh serta pantang menyerah dapat dijadikan modal utama bagi para siswa-siswa SMA Negeri 1 Pabuaran, Kabupaten Serang.

Demikian yang dijelaskan Hutori, S.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Pabuaran, saat ditemui dinamikabanten.co.id disela-sela kegiatan Bazar Kewirausahaan / Entrepreneur Expo 2018 yang digelar sekolah tersebut, Selasa (18/12).

Hutori juga menegaskan bahwa sesuai dengan tema yang diangkat dalam gelaran expo saat ini bahwa Melalui kewirausahaan Kita Tumbuh Kembangkan Jiwa Entrepreniurship yang berkarakter, tentunya diharapkan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang terampil.

“Banyak segi positif yang dapat kita ambil dari kegiatan expo 2018 kali ini, berawal dari ide untuk membangun sebuah usaha dengan jiwa entrepreneur yang mau bekerja keras, ulet, pantang menyerah, hingga mampu bersaing dalam kehidupan yang akan datang.

Lebih lanjut ditegaskan Hutori bahwa SMA yang dipimpinnya saat ini, merupkan satu-satunya sekolah yang menjadi “pilot project” dalam program kewirausahaan.

“Saat ini kamilah satu-satunya SMA di Kabupaten Serang yang memiliki program kewirausahaan, dengan tujuan agar siswa-siswa dapat melanjutkan keperguruan tinggi dengan bekal entrepreneur yang sudah dimilikinya semasa SMA,” jelas kepala sekolah inovatif ini.

Disamping bazar, acara lain juga digelar. Seperti memperingati Maulid Nabi, pertandingan bola voli antar desa, dan perlombaan marawis antar siswa. “Ini pun salah satu rangkaian dalam memeriahkan sekaligus memperingati ulang tahun SMA Negeri 1 Pabuaran tahun 2018,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Serang Asep Nugraha, juga menekankan agar siswa-siswa SMA Negeri 1 Pabuaran ini dapat menjadi contoh sebagai enterpreneur dibidang kewirausahaan.

“Apa yang telah dilakukan oleh pihak SMA Negeri 1 Pabuaran ini, tentunya patut diberikan apresiasi, sebab upaya dalam melakukan proses belajar mengajar saat ini, tentunya tidak hanya diruang kelas saja, akan tetapi kegiatan ekstrakurikuler juga merupakan penunjang utama dalam proses belajar yang berorientasi kepada pendidikan karakter dan pendidikan kewirahusahaan,” jelas Asep.

Lebih lanjut ditekankan Asep, dalam menghadapi tantangan dan persaingan di era globalisasi ini, tentu akan diraih oleh orang-orang yang memiliki jiwa entrepreniurship.

“Kita tidak ingin para siswa-siswa ini tergilas oleh persaingan zaman, sehigga jiwa pantang menyerah, gigih, serta pekerja keras dapat dijadikan andalan yang menjadi syarat utama dalam persaiangan,” ucapnya.

(Suhedi/Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *