SMAN 1 Ciruas Usulkan Belajar Tatap Muka Dengan Protokol Kesehatan

Serang I DBC — Seluruh orang tua/wali murid SMA Negeri 1 Ciruas meminta agar proses belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dengan tatap muka di sekolah. Usulan itu terungkap dalam Sosialisasi Program Sekolah dan Musyawarah Komite bersama Wali Murid di Aula SMAN 1 Ciruas, Selasa (4/8/2020).

Kepala SMA Negeri 1 Ciruas, H. Mohammad Najih, S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa selama ini para orang tua siswa merasa terbebani dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh berbasis daring. Menurut mereka, kata Najih, selain harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli paket kuota internet, PJJ dianggap tidak efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran.

“Bahkan dalam musyawarah tadi ada juga orang tua siswa yang menyebut bahwa belajar daring ini hanya akan menambah bodoh siswa. Sebab pada kenyataannya setelah mereka (siswa-red) mengisi absensi selanjutnya tidak ada lagi aktivitas yang berarti yang mereka kerjakan dan itu membuat situasi tidak produktif,” kata Najih mengikuti keluhan orang tua siswa.

Atas desakan tersebut, akhirnya SMA Negeri 1 Ciruas kepada KCD Serang-Cilegon mengusulkan belajar secara tatap muka langsung di sekolah dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Ya kalau usulan itu direstui, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa melakukan KBM tatap muka. Dengan pola shift atau bergantian dan mengacu pada protokol kesehatan yang ketat selama Covid-19,” imbuhnya.

Juara Lomba Perpustakaan

Pada bagian lain, Najih menyampaikan kabar gembira bahwa meski ditengah pandemi Covid-19 sekolah yang beralamat Jl. Raya Jkt No.KM.9,5, Citerep, Kec. Ciruas, Serang ini baru saja menyabet prestasi juara ke dua dalam lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Banten.

“Di tengah pandemi Covid ini tentu menjadi angin segar setelah kita berhasil meraih juara dua dalam lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Banten,” katanya.

Prestasi tersebut, kata Najih, akan menjadi daya dorong untuk terus meningkatkan koleksi buku-buku bacaan dan meningkatkan kunjungan dan daya baca anak khususnya seluruh siswa SMA Negeri 1 Ciruas.

‘Makanya sebagai motivasi agar anak bersemangat berkunjung ke Perpustakaan, setiap tahun kita programkan jumlah kunjungan anak terbanyak dengan skor. Jadi bagi anak yang meraih skor tertinggi jumlah kunjungannya akan mendapat reward dari sekolah. Demikian pula bagi anak yang meminjam buku dengan intensitas terbanyak juga akan mendapat penghargaan,” paparnya.

Qurban Dua Sapi

Najih juga menyinggung bahwa pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijiyah ini, SMA Negeri 1 Ciruas melakukan qurban sebanyak dua ekor sapi.

“Sapi qurban yang telah disembelih kemudian didistribusikan kepada siswa tidak mampu yang menerima KIP, tukang ojek, petugas parkir dan warga sekitar sekolah yang berhak menerima,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, hari raya idul qurban merupakan momentum untuk saling meningkatkan empati dengan saling berbagi kepada sesama makhluk ilahi.

“Kita dituntut untuk membangun kebersamaan, kesetiakawanan sosial, saling membantu, dan peduli terhadap sesama,” ucapnya.

Bangun Mesjid 2 Lantai

Saat ini SMA Negeri Ciruas juga tengah melaksanakan pembangunan masjid dua lantai dengan perkiraan menghabiskan biaya sebesar Rp2,5 miliar yang berasal dari swadaya.

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Asda 3 Pemprov Banten, Syamsir beserta jajaran Muspika Ciruas, serta pihak sekolah pada pada pertengahan Juni lalu.

Pembangunan masjid yang bisa menampung 1000 jamaah tersebut didirikan persis ditanah seluas 750 meter persegi, dengan didesain minimalisir oleh salah satu arsitek yang juga Alumni SMAN Ciruas angkatan tahun 1990.

Kepala Sekolah SMA Ciruas, Muhamad Najih menjelaskan, keberadaan masjid di lingkungan sekolah sangat dibutuhkan untuk pengembangan potensi para siswa.

Bentuk dukungan dilakukan sekolah berupa menyisihkan sebagian penghasilan untuk kegiatan ini.

“Para guru bahkan rela memberikan tunjangan kinerja (tukin) untuk menyumbang pembangunan masjid,” kata Najih.

Najih juga mengaku kelancaran pembangunan mesjid ini berkat sinergitas yang dibangun antara pihak sekolah bersama alumni. “Untuk menghindari berbagai hal yang tak diharapkan, kepanitiaan pun dikelola oleh alumni dengan prinsip transparansi dan akuntabel dan profesional,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang alumni H Nuraini mengatakan dirinya bangga dengan dibangunnya masjid dengan biaya swadaya ini.

“Sebagai alumni saya bangga dengan rencana pembangunan masjid ini, mudah mudahan dengan kemampuan yang ada bisa menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal,” kata anggota DPR RI tersebut.

Penulis : dinamikabanten.co.id
Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *