Selama Covid-19, Madrasah Gunakan Kurikulum Darurat

Serang I DBC — Meski sebagian daerah telah memasuki fase new normal, namun kasus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia hingga kini belum menunjukan tanda penurunan.

Dalam merespon pandemi virus yang berasal dari Kota Wuhan Cina itu Kementerian Agama telah menerbitkan panduan kurikulum darurat untuk madrasah.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Miftahudin Djabby mengatakan panduan ini merupakan pedoman bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran di madrasah pada masa darurat Covid-19.

Panduan tercantum dalam SKB 4 menteri (Menag, Mendikbud, Menkes dan Mendagri-red) yang diperkuat oleh Gubernur Banten dan diteruskan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

Menurut Miftah, panduan tersebut berlaku bagi jenjang pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA). Dia berharap dengan panduan itu pembelajaran pada masa darurat bisa berjalan dengan baik dan optimal.

“Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya. Namun demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran,” katanya saat ditemui Tangerang Raya di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (23/6).

Miftah menjelaskan panduan tersebut penting untuk diketahui madrasah mengingat kondisi darurat bisa berlanjut hingga awal tahun pelajaran 2020/2021 yang dimulai pada 13 Juli 2020. Diharapkan setiap satuan pendidikan dapat menyiapkan kurikulum lebih awal.

“Satuan pendidikan juga dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” tutupnya.

Kakanwil Kemenag Banten saat berdiskusi bersama sejumlah pejabat dan staf Bidang Pendidikan madrasah

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. A. Bazari Syam mengakui bahwa pola belajar dengan sistem dalam jaringan (daring) yang saat ini telah berjalan nyatanya membuat repot madrasah-madrasah terpencil di Banten. 

“Sebenarnya dengan pola daring ini kami sudah sangat kerepotan. Apalagi banyak madrasah yang berada di pelosok pegunungan itu sangat sulit untuk bisa mendapat akses jaringan internet,” kata Bazari Syam, belum lama ini.

Sehingga, ia meminta dengan telah adanya panduan kurikulum darurat selama Covid ini satuan pendidikan dengan arahan ajaran Bidang Pendidikan Madrasah bisa menyesuaikan kebutuhan pembelajaran berikut metodenya pada lingkungan yang sesuai ; dengan catatan agar tetap memperhatikan protokel kesehatan yang telah disampaikan pemerintah.

Penulis : dinamikabaten.co.id
Editor : Ade Gunawan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *