Salurkan Bansos Non Tunai, Dinsos Kembali Bekerjasama Dengan Bank Banten dan BJB

SERANG – Mempercepat proses penyaluran bantuan sosial secara non tunai, Dinas Sosial Provinsi Banten lakukan penandatangan perjanjian kerja sama dengan kedua pihak lembaga bank yaitu Bank Banten dan Bank Jawa Barat-Banten (BJB), Penandatangan Kerja sama tersebut dilaksanakan di Aula Kadinsos Banten, Senin (11/2/2019).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, pelaksanaan penyaluran bantuan sosial dilaksanakan secara non tunai di Provinsi Banten sejak tahun 2017, hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden no.63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial secara non tunai.

“perjanjian penandatangan kerjasama yang dilaksanakan pada hari ini merupakan perpanjangan perjanjian kerjasama yang pernah dilakukan, pada tahun 2019 ini kami melibatkan dua lembaga perbankan yaitu Bank Banten dan Bank Jawa Barat-Banten,” ujarnya.

Dalam penyaluran bansos ini, Lanjutnya dinsos berikan untuk RTS Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Anak Panti dan anak diluar, Jaminan Sosial Lanjut Usia, Jaminan Sosial Orang dengan Kedistabilitasan, dan Bantuan Sosial Panti Rehabilitas.

“untuk penerima RTS Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu sebanyak 50.000 penerima perorang mendapatkan 1.750.000, Kebutuhan Dasar Anak Panti dan anak diluar 1.532 penerima perorang mendapatkan 500.000, Jaminan Sosial Lanjut Usia sebanyak 3.000 penerima perorang mendapatkan 500.000, Jaminan Sosial Orang dengan Kedistabilitasan 1.013 penerima perorangnya 1.000.000, dan sedangkan Bantuan Sosial Panti Rehabilitas ada 4 panti mendapatkan 50.000.000, total kurang lebih mencapai 90 Milyar bansos yg disalurkan penprov Banten melalui perbankan”katanya.

Kadinsos menyebutkan, bahwa tahapan penetapan lembaga perbankan penyalur bantuan sosial ini sudah melalui tahapan berjenjang dan melalui proses secara transparan di bawah supervisi Bank Indonesia dan bimbingan petunjuk, serta arahan dari Inspektorat Provinsi Banten dan BPKAD Banten.

Sesuai petunjuk Bpk Gubernur dan Wakil Gubernur, penyaluran bansos saat ini harus berjalan secara transparan dan akuntabel, diantaranya dengan cara non tunai melalui lembaga perbankan. Artinya prinsip “bansos jaman now” yaitu harus akuntabel dan transparan. “Melalui kerja sama ini kami berharap para penerima manfaat dapat lebih mudah dalam mengakses bansos yg diterima, hingga bansos di prov Banyen lebih berhasilguna dan efektif serta efisien dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, kami juga berterimakasih dan apresiasi setingginya kepada bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten atas komitmen beliau berdua dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Provinsi Banten,” tuturnya.

Hadir dalam penandatanganan kerjasama ini Kantor perwakilan Bank Indonesia Prov Banten, Ibu Ery P. Suryanto Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Prov Banten, Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih dan CEO Reg Kanwil IV Bank Jabar Banten Edy Kurniawan, Irban III Inspektorat Prov. Banten, Yan Jungjung dan BPKAD.

Edy Kurniawan menambahkan, bahwa kerja sama penyaluran bansos ini dilakukan dari sejak 2017 hingga saat ini, tentunya kerjasama ini telah berjalan sangat baik antara pihak BJB dengan Pemerintah Provinsi Banten khususnya bersama Dinas Sosial.

“dalam penyaluran ini kami mendapatkan 5 titik di Kabupaten Kota, rencananya penyaluran pertama kami laksanakan di Tangerang Raya sekitar pertengahan Febuari 2019, tentunya berdasarkan data penerima bansos dari dinsos kami langsung menyalurkannya ke rekening penerima manfaat, kemudian para penerima manfaat dapat langsung mengambil secara personal melalui ATM bjb yg ada, harapan kami kerjasama ini bisa berlanjut dan dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *