Puluhan Mahasiswa Ribut Dengan Aparat Kepolisian

SERANG I DBC — Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Banten yang ke-20 tahun, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Koalisi Banten Menggugat (KASIBAT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Gerbang Kawasan pusat pemerintahan provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (5/10/2020).
Aksi yang dilakukan puluhan mahasiswa itu bukan yang pertama kalinya, kemarin Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Hipunan Mahasiswa Islam (HMI) juga menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Banten tepat pada HUT Banten ke-20 atau tanggal 4 Oktober 2020.
Aksi Kali ini setidaknya ada 5 Organisasi yang masuk pada Kolisi diantaranya, Kumandang, Kumala, GMNI, KMS30, UMC. Mereka meliliki lima tuntutan yaitu meneuntut pemerintah provinsi Banten transfaran terhadap penggunaan Covid-19, serius menangani Pandemi Covid-19, menuntut Pemprov Banten mewujudkan akses Pendidikan dan hentikan komersialisasi pendidikan, menuntur pemprov melaksanakan reforma agrarian dan menuntut pemprov menghentikan bendungan pasir kopo di Kabupaten lebak.
Koordinatoor lapangan (Kolrlap) Aksi Misbahudin mengatakan meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Banten sebagai bukti tidak seriusnya Pemprov Banten dalam menangani covid-19, serta belum turunnya JPS tahap dua dan tiga menandakan pemprov Banten tidak serius menangani dampaknya pandemi.
Padahal kata Misbah Pemrov Banten telah mengeluarkan putusan untuk Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di seluruh kabupaten Kota, namun dalam penerapannya masih banyak Pemerintah daerah tingkat II di Banten yang tidak ketat dalam masa PSBB seperti masih dibukanya tempat Hiburan dan pariwisata.
Dirinya juga menilai dalam pendanaan penanganan Covid-19 Pemprov Banten tidak transfaran. “Pendanaan Covid-19 dari hasil refocusing di Banten tidak transfaran, anggaran-anggaran untuk APD, Masker, Disinfektan, Handsanitaizer juga tidak terbuka kepada masyarakat, tidak terbukanya anggaran pemerintah ini sangat patal,” katanya.
Arman salah satu masa aksi mengatakan Gubenrur Banten sebagai ketua gugus reporma agrarian tidak serius menangani konflik agrarian di Banten, bahkan ada beberpa konflik yang sampai hari belum terselesaikan.
“Gubernur harus menuntaskan reforma agrarian, dimana Gubenrnur sebagai ketua gugus reforma agrarian, konflik agrarian masih ada yang belum selesai,” katanya.
Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Wakil Ketua DPRD Banten M. Nawa Said Dimyati mengatakan aksi demonstrasi ini adalah hak bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi apa yang dilakukan pemerintah, menurut ia para demonstran itu menginginkan Banten menjadi lebih baik lagi.
“Saya yakin apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini adalah sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap Banten agar semakin cepat mewujudkan keadilan social dan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Dirinya meminta kepada seluruh mahasiswa agar menuampaiakan aspirasi dengan mamatuhi protocol kesehatan, pasalanya kata ia saat ini sedang masa Pandemi Covid-19. “Harus tetap melaksnaka protocol kesehatan, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.
Pantauan lokasi, keributan itu bermula saat masa aksi melakukan pembakaran ban bekas lalu memaksa untuk masuk ke gedung Gubernur Banten dan dihadang apparat kepolisian dengan peralatan lengkap. Aksi saling dorong hingga pemukulan terhadap mahasiswa juga tidak bias dihindari, akibatnya beberapa mahasiswa mengalami luka akibat pukulan oknum aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *