PUAN Banten Minta Walikota Beri Kesempatan Pejabat Perempuan Pimpin OPD

Serang I Dinamika Banten — Ketua Perempuan Partai Amanat Nasional (PUAN) Banten Ade Jumiyah meminta Walikota Serang Syafrudin memberikan kesempatan kepada pejabat perempuan untuk memimpin sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang.

“Kesetaraan gender harus kita dorong, apalagi saya seorang perempuan. Karenanya saya meminta Walikota Serang bisa mempertimbangkan agar beberapa jabatan esselon dua bisa diisi para perempuan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni di bidang-nya masing-masing,” kata Ade Jumiyah saat dihubungi Dinamika Banten, Kamis (7/10/2021).

Ade Jumiyah memberikan atensi kepada beberapa pejabat perempuan esselon tiga yang turut ‘bertarung’ dalam perebutan tujuh jabatan Kepala OPD, ini menjadi sinyal bahwa mereka memiliki motivasi untuk terlibat langsung dalam pembangunan di Kota Serang . Terlebih, menurutnya selama ini belum pernah ada jabatan esselon dua di Kota Serang diisi oleh seorang perempuan.

Dari data hasil akhir seleksi terbuka JPT Pratama dengan nomor :800/025/PANSELJPTP-SELTER/2021 terdapat dua nama pejabat perempuan yang masuk tiga  besar. Mereka adalah pertama dr. Teja Ratri, M.Kes yang bersaing dengan dr. H. Ahmad Hasanudin, MM.Kes dan dr. H. Ahmad Humaryadi, MARS untuk mengisi jabatan Kepala Dinas Kesehatan.

Kemudian yang kedua Wiwi Laras Wijayanti, M.Pd bersaing dengan Dur Barid, SE, M.Si dan Arif Rahman Hakim, S.Sos, M.Si untuk jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Ketua Pansel JPT Pratama, Nanang Saefudin mengatakan hasil open bidding telah diserahkan kepada Walikota Serang. “Hasilnya sudah diserahkan, untuk penetapan siapa yang ditunjuk itu hak prerogatif Pak Wali kalau kita hanya menyelenggarakan seleksinya saja sampai menemukan tiga besar,” ucap Nanang.

Ketua DPRD kota Serang Budi Rustandi meminta Walikota Syafrudin untuk tidak meragukan kompetensi perempuan dalam memimpin sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pasalnya diberbagai daerah baik pejabat birokrasi maupun pejabat politik kiprah perempuan terbukti mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan.

“Jadi Pak Wali seharusnya jangan meremehkan kemampuan manajerial seorang perempuan. Perlu diketahui dalam berbagai persoalan, pejabat perempuan juga mampu mencari sebuah solusi,” ucapnya.

Menurutnya, melalui open bidding ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan walikota untuk menjawab berbagai kritik masyarakat kaitan pelibatan perempuan.

“Jika itu bisa dilakukan tentu akan membuka sejarah baru bahwa Walikota telah mulai mengakomodir pejabat perempuan untuk berkontribusi lebih dalam pembangunan. Sampai detik ini, sejarah masih mencatat belum pernah ada pejabat perempuan memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang,” cetus Politisi Partai Gerindra ini.  (Hendris/Satiri)

Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *