PTM Terbatas di Banten Berjalan Lancar

Tak Ada Klaster Covid-19 Pada Pelajar di Kota Tangerang

Tangerang I Dinamika Banten – Satu bulan lebih pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Provinsi Banten berjalan dengan baik dan lancar.

Bedasarkan hasil evaluasi dari pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, semua sekolah yang menjadi kewenangannya masih tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Dari mulai menyediakan tempat mencuci tangan, memakai masker sampai memberlakukan pembatasan jam belajar dan jumlah siswanya,” kata Kepala Disdikbud Provinsi Banten, Tabrani saat dihubungi, Kamis.

Tabrani mengungkapkan, keberhasilan itu merupakan atas kerjasama semua pihak yang sudah bekerja keras untuk bersama-sama mencegah penularan virus Covid-19.

Meskipun PTM di Banten berjalan dengan lancar, lanjut Tabrani, Disdikbud belum ada rencana untuk menambah jumlah minimal siswa yang bisa mengikuti PTM di sekolah. “Tunggu dululah. Masih tetap 50 persen,” ujarnya.

Menurut Tabrani, penambahan kuota itu bisa saja dilakukan atas kordinasi dengan Gubernur dan tim Satgas Covid-19 di Provinsi Banten.

Tentunya dengan tetap mengacu pada SE Kemendagri tentang pelaksanaan PPKM di daerah.

“Enggak, enggak, mesti kordinasi ke pusat. Daerah aja sudah cukup, karena di Permendagri itu kan sudah diatur tingkatan levelnya,” katanya.

Tak Ada Klaster Covid-19 Pada Pelajar

KCD Dinas Pendidikan (Disdik) Banten Wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan mengatakan tidak ada klaster Covid-19 yang muncul di SMA yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangerang.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan terkait PTM. Jadi tidak ada kasus baru atau klaster baru akibat PTM di Kota Tangerang,” kata Kepala Kantor Cabang Disdik Banten Wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan Suryadi, Jumat.

Kegiatan PTM Terbatas di salah satu SMA di Kota Tangerang

Dia mengatakan, setiap Jumat, pihaknya dan seluruh kepala sekolah SMA di Kota Tangerang menggelar rapat secara virtual untuk membahas perkembangan soal penerapan PTM.

Salah satu yang dibahas adalah soal penularan Covid-19 di sekolah. Berdasarkan rapat yang rutin digelar itu, kata Suryadi, tidak ada murid yang terpapar Covid-19 di SMA di Kota Tangerang.

“Kami tiap Jumat sore Zoom dengan kepala sekolah untuk minta perkembangan yang sifatnya terkait PTM,” kata dia.

“Enggak ada (murid terpapar) insya Allah, mudah-mudahan enggak ada seterusnya,” sambung dia.

Suryadi melanjutkan jika ada klaster Covid-19 yang muncul, pihaknya belum tentu akan membatalkan penerapan PTM di sebuah SMA. Menurut dia, penutupan sebuah sekolah tergantung dari penelusuran (tracing) Covid-19 yang dilakukan.

“Itu tergantung bagaimana tracing-nya. Kan di-tracing dulu,” ungkap Suryadi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang sebelumnya juga mengeklaim, tidak ada klaster Covid-19 yang muncul terkait sekolah tatap muka.

“Enggak ada report dari puskesmas atau sekolah (murid) yang bergejala atau terkonfirmasi (Covid-19),” kata Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeini.

Jika ada murid yang memang bergejala atau terkonfirmasi positif Covid-19, maka pihak sekolah atau puskesmas pasti sudah melapor ke Dinkes Kota Tangerang. (Adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *