35 Anak di Cilegon Ikuti Khitanan Massal Digelar Dinkes Banten

SERANG I DINAMIKA BANTEN – Sebanyak 35 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Klinik Anggrek Jl. Anggrek Kav. Blok I No. 28 Kel. Bendungan Kec. Cilegon Kota Cilegon.

Hadir pada acara kegiatan khitanan massal, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten  Bidang Kesra Dr. Shinta wishnu wardhani, dan Hj.Upi Meikawati SKM.MKM Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Dinkes Provinsi Banten.

Shinta wishnu wardhani yang turut memantau langsung pelaksanaan khitanan massal Provinsi Banten memberikan apresiasi pada Dinas Kesehatan yang telah menyelenggarakan baksos khitanan massal untuk 35 anak warga Kota Cilegon ini.

Ia juga meminta, agar Dinas Kesehatan terus melanjutkan kegiatan sosial seperti ini untuk mendekatkan masyarakat dengan pemerintah. “Ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

“Tentunya kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari investasi sosial membangun masyarakat yang semakin sejahtera, mandiri, maju dan berkeadilan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui Hj.Upi Meikawati SKM.MKM Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan bahwa kegiatan baksos khitanan massal ini juga tidak lepas dari peran para  pimpinana dan anggota DPRD Provinsi Banten yang menyampaikan aspirasi dari masyarakat. Sehingga atas usulan tersebut kami menindaklanjuti melalui program seperti saat ini.

“Semoga bermanfaat buat anak anak yang dikhitan, semoga menjadi generasi yang sehat, soleh dan unggul menghadapi kemajuan zaman,” harapnya.

Dilihat dari sisi medis, kata Hj. Upi menjelaskan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menjalani sunat atau khitan, di antaranya ; engurangi risiko terjadinya penyakit menular seksual, seperti herpes atau sifilis, mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis, mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, yang berkaitan dengan masalah ginjal, mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan dan membuat kesehatan penis lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *