Pilkades Tambak Diwarnai Money Politik

DBC I LEBAK- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Tambak, Kecamatan Cimarga diwarnai dugaan aksi money politik oleh salah satu calonnya. Pilkades Tambak diikuti tiga orang peserta atas nama Mirta dengan nomor urut 1 kemudian Beni Madhuton nomor urut 2 dan Yanto Sugiyarto nomor urut 3.

“Kami mendesak pemenang Pilkades Tambak Pergantian Antar Waktu (PAW) diproses hukum. Sebab diketahui telah melakukan money politik di masa tenang,”kata Beni Madhuton Calon Kades Tambak yang dirugikan atas adanya praktek money politik kepada wartawan di Kantor Polsek Cimarga, Senin malam (12/11).

Beni menjelaskan, dugaan money politik dilakukan oleh calon nomor urut 1 atas nama Mirta. Namanya mencuat setelah tim suksesnya menangkap basah seseorang yang sedang membagikan amplop berisi uang sebesar Rp 500 ribu.

“Saat diintrogasi orang tersebut mengaku disuruh oleh Mirta untuk membagikan kepada pemilih. Kejadiannya di Kampung Belahayang, Desa Tambak,”katanya.

Beni menjelaskan, jumlah pemilih Pilkades sebanyak 85 orang. Terdiri dari 17 ketua RT dan empat orang perwakilan warga.

“Kenapa hanya 85 orang karena memang pemilihan kades karena PAW yang menyisakan jabatan dua tahun lagi. Adapun barang bukti money politik terkumpul sebanyak 16 amplop berisi uang Rp 500 ribu dan diserahkan kepada Anggota Polsek Cimarga,”katanya.

Beni mendesak, kepada aparat kepolisian mengusut tuntas dan memproses pelaku money politik. Sebab sebelum pilkades semua calon sudah menandatangani fakta integritas untuk tidak melakukan money politik dan bila melanggar maka akan digugurkan.

“Maka pelaku money politik harus diproses hukum sebab itu bagian tindak pidana. Hal ini mengacu pafa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP pasal 149 ayat 1 dan 2,”katanya.

Sementara itu Yanto Sugiyarto calon kades nomor urur 3 menambahkan, dirinya tidak dapat menerima hasil pilkades,”Karena terjadi kecurangan dimana salah satu calon sudah melakukan money politik. Sehingga menggerus suara pilkades,”katanya.

Yanto menuturkan, gegara adanya money politik dilakukan salah satu calon pada malam hari H sebelum pilkades tepatnya hari Sabtu, tanggal10 November malam.

“Akibat adanya bagi-bagi uang hasil pilkades dimenangkan calon nomor urut satu. Sementara saya dan calon nomor urut 2 kalah perolehan suara,”katanya.
Yanto mengungkapkan, perolehan suara dirinya sebanyak 22 orang, kemudian Beni 29 orang dan Mirta 34 orang.

“Bagi kami praktek kecurangan ini tidak bisa ditolelir. Untuk kami berdua tadi secara lisan telah melaporkan dugaan money politik kepada Polsek Cimarga,”katanya.

Sementara itu Kapolsek Cimarga Iptu Ahmad Rifai menuturkan, pihaknya akan melakukan pengembangan,”Saat ini belum menerima laporan,”katanya.


Camat Cimarga Vidia Indera menuturkan, bahwasanya camat belum dapat laporan,”Belum ada laporan masalah, pilkades sesuai tahapan dan dilakukan terbuka. Prosesnya mengikuti tahapan sampai hari ini tidak ada laporan, kita selalu bersosialisasi dilapangan untuk tidak melakukan money politik,”katanya. (Fahdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *