Pendidikan Berkualitas dan Kesejahteraan Guru Modal Pembanguan SDM di Banten

DINAMIKABANTEN CO ID, SERANG — Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), tetap berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan berkualitas di Banten. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan pembangunan SDM di Provinsi Banten.

Komitmen meningkatkan mutu pendidikan telah diwujudkan sejak tahun lalu. Pemprov Banten telah membangun 668 ruang kelas baru untuk tingkat SMA negeri dan SMP negeri, termasuk pembangunan 11 unit gedung sekolah baru dan biaya pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan 44 unit sekolah baru. Anggaran satu triliun lebih untuk perbaikan bidang pendidikan itu akan dikelola oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Banten.

Pemprov juga, telah mengalokasi anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk bantuan hibah BOSDA siswa SMA/SMK. Tidak kurang 900 ribu siswa memperoleh bantuan masing-masing Rp 5,4 juta/tahun. Rinciannya untuk siswa SMA sebanyak 790.528 orang dan SMK sebanyak 112.512 orang tersebar di 8 wilayah yakni Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangsel, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang, Lebak.

Tidak ketinggalan tingkat kesejahteraan guru, baik yang pegawai negeri maupun honorer juga tidak lepas dari perhatian WH. Insentif, sertifikasi dan bentuk kesejahteraan lain akan diberikan dalam tahun anggaran 2019. Dengan demikian, guru SMA/SMK di Provinsi Banten, bisa sejahtera dan terus bersemangat dalam menjalankan proses belajar mengajar di sekolah. “Untuk peningkatan kualitas pendidikan, berapa pun kebutuhan dana akan dipenuhi. Namun dengan catatan jangan sampai dikorupsi,” ingat WH.

Sebagai pemimpin berpengalaman, WH, menyadari benar anggaran yang ditetapkan belum dapat mengcover keseluruhan kebutuhan pendidikan di Banten. Belum lagi, ia mengaku Pemprov perlu mempertimbangkan beratnya beban kabupaten/kota yang harus mengcover infrastruktur pendidikan di wilayahnya masing-masing.

“Tapi demi majunya pendidikan di Banten, apapun akan kita lakukan. Jika kondisi darurat, saya relakan gaji saya untuk memenuhi kebutuhan anggaran pendidikan yang urgen namun tidak tercover. Sikap ini pernah saya lakukan ketika menjadi walikota Tangerang,” tegas WH.

Selain mengenai infrastruktur, guru yang merupakan salah satu instrumen penting dalam dunia pendidikan, tak luput dari perhatian. WH memahami benar, merekalah sejatinya ujung tombak kemajuan pendidikan. Guru, SDM yang dituntut memiliki banyak pengetahuan dan kemampuan terutama dalam bidangnya, dan secara kontinyu wajib mengembangkan dirinya seiring perkembangan iptek.

Karena itu, Pemprov Banten, memberikan pembinaan keterampilan dan kemampuan guru atau tenaga kependidikan dalam mengelola pendidikan. Di Banten, pembinaan guru dan tenaga pengelola satuan pendidikan menjadi bagian program prioritas yang kini tengah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan.

Banyak program yang digelontorkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Ada sekitar tujuh kegiatan pelatihan dan workshop yang dikhususkan bagi guru-guru tingkat SMA dan SMK dinaungi Dindikbud Provinsi Banten.

Program-program peningkatan kualitas tersebut diantaranya adalah pelatihan penilaian kinerja guru (PKG) jenjang SMK dan pembekalan pendidik dan tenaga kependidikan jenjang SMK ke tingkat nasional.

Tak hanya untuk guru atau tenaga kependidikan, Dindikbud Banten juga memberikan pelatihan dan pendidikan bagi kepala sekolah dan tenaga pendukung kependidikan lainnya seperti pengawas dan tenaga administrasi sekolah.

Selanjutnya, soal kesejahteraan. Sejak awal, kesejahteraan guru jadi sorotan Gubernur WH. Semua kepala daerah, menurut dia seharusnya berupaya meningkatkan kesejahteraan guru setiap tahunnya, dan mengawal tercapainya kesejahteraan tersebut.

“Mereka (guru, red), harus dihargai dan diapresiasi penuh sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Perannya amat besar dalam menjaga keutuhan moral,” ungkap WH.

Konsepsi WH dengan gayanya yang khas guna mewujudkan perubahan besar di bidang pendidikan itu, sebelumnya memang telah teruji. Ia telah membuktikannya saat menjabat walikota Tangerang selama dua periode, yakni pada 2003-2013. Saat itu, WH mampu menciptakan sejumlah regulasi di dunia pendidikan. Sehingga APBD Kota Tangerang mengalir deras demi peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus peningkatan kesejahteraan para gurunya.

“Hingga saat ini, kesejahteraan guru di Kota Tangerang sedikit lebih baik dengan tujuh kabupaten/kota lainnya di Banten. Dan tidak bisa dibohongi kalau itu diciptakan di masa kepemimpinan WH,” ungkap sejumlah guru di Kota Tangerang, saat diwawancarai terpisah, belum lama ini.

Mereka mengagumi, Pemprov Banten kali ini sudah tidak bisa main-main dengan dunia pendidikan. Karena kini sudah bertanggung jawab langsung untuk jenjang SMA/SMK. Tanpa tata kelola yang baik diimbangi kekuatan anggaran, maka kualitas pendidikan tingkat SMA/SMK terancam.

“Dengan sentuhan Pak WH, kami sangat yakin semua bisa terwujud, sebab kami mengalami nya di sini (Kota Tangerang, red),” tandas mereka.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus meningkatkan fasilitas sekolah yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten.

Andika mengaku telah meningkatkan pelayanan pendidikan di Banten, selain itu juga infastruktur berupa ruang kelas dan penunjang proses belajar mengajar.

“Pemprov terus meningkatkan fasilitas dan layanan pendidikan, kami juga memastikan kesejahteraan guru menjadi perhatian bagi pemprov Banten,” kata Andika usai memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), di salah satu SMA di Kabupaten Serang.

Ia mengatakan, fasilitas tersebut juga untuk menunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA, yang sudah dilaksanakan 100 persen. Semua kebutuhan penyelenggaraan UNBK mulai dari komputer hingga jaringan internet tidak terjadi kendala.

“Pelaksanaan UNBK yang baik mampu memberi hasil yang baik pula bagi para peserta. Kita melihat dalam kapasitas teknis dalam pelaksanaan ujian terutama fasilitas, kesiapan panitia serta mengecek jaringan internetnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama bahwa pelaksanaan UNBK SMA/SMK/MA di Banten berjalan dengan lancar.

Tahun ini dari 538 sekolah yang terdiri dari 497 sekolah sudah melaksanakan ujian mandiri, dan 41 sekolah masih menumpang di SMP/SMK di kabupaten/kota.

“Pelaksanaan UNBK tingkat SMA sudah 100 persen. Ini juga sebagai upaya dari Pemprov Banten untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banten, yang sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat,” katanya.

Engkos berharap keberhasilan UNBK juga diikuti dengan kelulusan siswa yang dipatok lulus 100 persen. “Kami yakin seluruh siswa SMA/SMK di Banten lulus 100 persen,” ucapnya penuh optimis.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *