Pemprov Banten Komitmen Wujudkan SDM PKH Yang Profesional

DBC I BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen akan mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional dalam menjalankan kewajibannya pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta seluruh SDM Pelaksan Program Keluarga Harapan (PKH) mengawal bantuan sosial nontunai ini berjalan efektif sehingga tujuan program untuk menekan angka kemiskinan dapat tercapai.

“Program PKH dapat berjalan efektif adalah karena adanya Pendamping PKH. Maka penting saya tekankan bahwa Pendamping PKH harus bekerja dengan hati, ikhlas, tulus, jujur, profesional dan memiliki target. Targetnya adalah bagaimana mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH mandiri dan kelak mampu mandiri dan angka kemiskinan dapat ditekan lebih rendah lagi,” kata Andika, usai pembinaan pendamping dan operator PKH se-Provinsi Banten di Pangalengan, Bandung, Kamis (24/11/2018).

Guna mewujudkan hal tersebut maka kinerja penyaluran bantuan sosial PKH terus diupayakan agar efektif dan efisien.

“Keberadaan SDM Pelaksana PKH sangat strategis, apalagi tahun depan jumlah anggaran PKH tahun 2019 akan bertambah dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun ini. Maka hal ini harus dibarengi dengan profesionalisme dalam pengelolaannya. Saya mohon seluruh SDM Pelaksana PKH harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar pelaksanaan PKH bisa berkontribusi kepada masyarakat dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan,” papar Wagub serius.

Andika menjelaskan Pendamping PKH yang profesional memiliki beberapa kriteria yakni mencintai pekerjaannya, memahami substansi pekerjaan, bekerja dengan cerdas berbasis konseptual, kerja keras, berpikir dan bertindak dengan taktis.

“Kata profesionalisme mudah disampaikan, tapi tidak mudah menjalankannya. Perlu komitmen yang serius untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Untuk melengkapi kriteria tersebut, Nurhana juga menekankan Pendamping PKH memiliki tiga prinsip yang harus dijunjung tinggi. Yakni paripurna dalam bekerja dengan menjungjung tinggi kode etik, selalu berprestasi, memiliki target, bekerja ikhlas dan tidak mengeluh, melihat kendala sebagai tantangan, serta kreatif memberikan solusi saat menghadapi beragam tantangan.

Selain itu, dihadapan ratusan SDM Pelaksana PKH, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penanggulangan Kemiskinan yang saat ini tengah digagas.

Perda ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam penanggulangan kemiskinan,” kata Andika.

Ia menjelaskan, raperda ini mengacu pada skema perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor planning and budgeting). Payung umum ini terintegrasi ke OPD dan stakeholder untuk menanggulangi kemiskinan secara berkesinambungan.

“Salah satu kluster program pro poor Pemprov Banten adalah PKH,” ujarnya.

Andika mengatakan, KPM dalam PKH didorong untuk memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi. Termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang merupakan program komplementer secara berkelanjutan.

“Untuk pendamping dan operator PKH, pemprov akan mengupayakan secara optimal cost sharing anggaran. Terutama untuk mempermudah dan memfasilitasi tugas-tugas para pendamping dan operator di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, pendamping dan operator PKH merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam mensejahterakan masyarakat. Terutama dalam penanggulangan kemiskinan.

“Saya minta pendamping dan operator PKH meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta memiliki etika saat menangani masalah sosial,” harapnya.

Untuk diketahui Dinas Sosial Provinsi Banten memang tengah menggelar pemantapan SDM Program Keluarga Harapan (PKH) terdiri dari koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten, Pekerja Sosial Supervisor, Pendamping Sosial dan Operator dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kegiatan yang dilaksanakan dari Tanggal 27 sampai dengan 29 Nopember 2018  dipusatkan di Lokasi Wisata Situ Cileunca Pangalengan Kabupaten Bandung.

SDM Pelaksana PKH Provinsi Banten mengikuti rangkaian kegiatan selain pembinaan tugas dan fungsi sebagai SDM PKH juga rangkain outbond, game dan perlombaan.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga (JSK)  Dinsos Provinsi Banten, Budi Darma Sumapraja mengatakan  pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka untuk pembinaan  dan mempererat silaturahmi seluruh SDM  PKH. “Kegiatan ini untuk meningkatkan solidaritas  dan kebersamaan diantara SDM PKH” ujarnya.

Dikatakan, bahwa pembinaan seperti ini merupakan bagian dari komitmen bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam penanggulangan kemiskinan dan peningkatan Kesejahteraan Sosial.

“Yang jelas ini adalah wujud perhatian dan komitmen pemerintah Daerah untuk mensukseskan program PKH  di Provinsi Banten,” tandasnya.

Insha Allah, kata Budi, setiap tahun kegiatan ini akan terus dilaksanakan, sebab bagaimanapun SDM PKH merupakan ujung tombak keberhasilan PKH.

Sementara itu koordinator wilayah Provinsi Banten, Yusro mengatakan kegiatan ini adalah momentum untuk menjalin silaturahmi dan mempererat kekeluargaan.

” Sangat  mengapresiasi kegiatan ini, SDM PKH antusias mengikuti kegiatan outbound dan game dari fasilitator” katanya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *