Pemprov Banten Bagikan Dana Jamsosratu kepada 50 Ribu RTS

Tangerang | Dinamika Banten – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos) membagikan dana Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) tahun anggaran 2021 kepada 50 ribu rumah tanggga sasaran (RTS). Total dana yang dibagikan sebesar Rp50 miliar.

Peresmian pembagian dana bantuan sosial Pemprov Banten tersebut dilakukan oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Kantor Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Senin (29/11/2021).

Andika meminta para RTS penerima untuk memiliki komitmen dapat naik level menjadi mandiri dari status sebagai penerima bantuan saat ini.

“Saya minta kepada Dinsos Provinsi Banten untuk memberikan pendampingan agar para penerima ini dapat naik level menjadi mandiri,” kata Andika.

Andika memgatakan para penerima harus memiliki komitmen untuk naik level menjadi status mandiri atau keluar dari status sebagai penerima. Sebab, pemberian bantuan Jamsosratu sendiri sebagai stimulan dan masih banyak warga Banten lainnya yang juga masih masuk kategori sebagai calon penerima.

“Jadi ibu-ibu di sini harus ingat kalau masih banyak saudara-saudara kita yang juga membutuhkan untuk mendapat bantuan ini,” kata Andika.

Sebagai stimulan, kata Andika, bantuan Jamsosratu dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk membuka usaha kecil-kecilan, di samping juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi gak boleh ya bu ya kalau misalnya buat beli rokok bapaknya,” ujarnya.

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemprov Banten berusaha berkomitmen untuk tetap menganggarkan dana bantuan Jamsosratu tersebut meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Seperti kita tahu di masa pandemi ini hampir semua anggaran pemerintah yang ada dialokasikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Namun alhamdulillah rekan-rekan di DPRD Banten juga mendukung komitmen Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) dan saya untuk tetap dapat menyalurkan Jamsosratu,” ungkapnya.

Andika menjelaskan formula alokasi anggaran program perlindungan dan kesejahteraan sosial harus mengarah pada perencanaan dan penganggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin.

Dalam penanggulangan kemiskinan, kata Andika, bantuan sosial diberikan kepada rumah tangga sasaran yang membutuhkan. Kemudian dilanjutkan dengan meningkatkan akses bagi rumah tangga sasaran kepada pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, termasuk sarana air bersih dan sanitasi. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *