Paska Pemilu, Bapenda Kembali Intensifkan Razia Kendaraan Bermotor

DINAMIKABANTEN.CO.ID, SERANG — Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten (Bapenda) kembali akan mengintensifkan razia kendaraan bermotor setelah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. Hal itu dikatakan Opar Sochari, Kepala Bapenda Provinsi Banten kepada Tangerang Raya di Serang, Kamis (10/4).

Opar mengakui bahwa pihaknya sudah lebih dari sebulan ini tidak melakukan razia kendaraan dalam dalam upaya mewujudkan masyarakat taat pajak.

“Razia memang satu-satunya cara paling efektif agar masyarakat taat pajak kendaraan bermotornya masing-masing. Namun kita juga tidak bisa menggelar begitu saja tanpa didampingi dari pihak kepolisian,” kata Opar.

Dijelaskan, saat ini jajaran kepolisian baik dari tingkat Mabes, Mapolda, Mapolres hingga Mapolsek tengah fokus pada pengamanan pemilu yang beberapa hari kedepan ini akan digelar. “Makanya kita juga perlu menyesuaikan dengan prioritas kepolisian. Nanti gelaran Pemilu 17 April selesai, razia kendaraan bermotor akan kita galakkan lagi,” jelasnya.

Disamping razia, pihaknya juga akan mengerahkan petugas untuk melakukan door to door menyambangi rumah dan lokasi pull kendaraan bus, alat berat untuk menanyakan apakah kewajibanya sebagai wajib pajak sudah dilaksanakan atau belum.

Namun demikian, Opar menegaskan meski belum banyak melakukan langkah-langkah tersebut, perolehan pendapatan pajak kendaraan bermotor terpantau sangat signifikan.

“Sistem realtime dari layar monitor dapat sama-sama kita saksikan bahwa setiap detik angka angka pendapatan terus berubah dan bertambah. Itu mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat Banten juga ada yang sudah sadar terhadap kewajibannya untuk membayar pajak,” bebernya.

Fokus yang akan kita kejar, kata Opar, adalah mereka yang memiliki kendaraan mewah, alat berat dan puluhan bus tidak membayar pajak hingga bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. “Masyarakat yang seperti ini kan seolah mereka tidak mendukung terhadap pembangunan di Banten. Padahal segala pembangunan yang mereka rasakan seperti pembangunan/perbaikan jalan dan fasilitas-fasiliatas umum lainnya adalah bersumber dari pembayaran pajak seluruh masyarakat di Banten,” cetusnya.

Menurutnya, beberapa sumber pendapatan yang bisa diintensifikasi dan diekstensifikasi untuk jangka menengah dan panjang seperti pembayaran pajak.

Dimana, pembayaran pajak dipermudah dengan memberikan akses seluas-luasnya melalui pemanfaatan instansi berwenang terkait.

”Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, upaya terus dilakukan melalui peningkatan akses pembayaran oleh masyarakat dengan cara memperluas lokasi-lokasi pembayaran (payment point) melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti cabang-cabang perbankan di daerah, kantor pos, penambahan lokasi mobil keliling dan lain-lain,” jelasnya.

Selain lokasi pembayaran pajak, tegasnya, bentuk pelayanan juga terus diperbaiki guna mempermudah masyarakat dalam pembayaran pajak.

Di antaranya, terangnya, pelayanan menggunakan jaringan teknlogi dan informasi yag harus terus diperbarui, guna menciptakan kualitas pelayanan yang jauh lebih baik lagi.

Bahkan sosialisasi melalui media sosial, timpalnya, juga menjadi wadah yang acap kali digunakan pihaknya dalam menyebarluaskan kegiatan yang sedang dan akan dilakukan pihaknya, seperti sosialisasi pembebasan pajak bea balik nama untuk kendaraan bermotor.

”Kerjasama antar daerah juga perlu dilakukan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) untuk mewujudkan integrasi pelayanan secara online sehingga memudahkan wajib pajak di seluruh Banten membayar pajak dengan lebih mudah,” tutupnya.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *