HEBOH, OKNUM PEJABAT KCD ANCAM MUTASI SEJUMLAH KEPSEK

DINAMIKABANTEN.CO.ID, SERANG — Sejumlah kepala SMA/SMK di Kota Serang kini tengah resah akibat manuver oknum Pejabat Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Serang-Cilegon (Seragon), Dindikbud Banten. Pasalnya, para kepala sekolah tersebut diancam akan dimutasi oleh oknum pejabat tersebut ke tempat yang jauh tanpa alasan yang jelas.

Pejabat dimaksud adalah Kasubag TU KCD Seragon Dindikbud Banten atas nama Faturrahman.

Salah seorang kepala SMK di Serang yang enggan disebut namanya itu mengaku resah dan tidak bisa fokus bekerja setelah mendapat kabar mutasi yang diisukan Faturrahman.

“Ini sebenarnya ada apa, saya sendiri bingung. Ko tiba-tiba saudara Faturrahman sibuk manggil-manggilin kepala sekolah ke KCD. Setelah saya cari tau informasi. Dia katanya mau memindahkan sejumlah kepala SMA/SMK Wilayah Serang-Cilegon ini,” katanya.

Kepsek juga mempertanyakan dalam kapasitas apa dia sampai kasak-kusuk akan melakukan pengaturan perpindahan para kepala SMA/SMA di Serang. “Itu sudah melampaui wewenangnya yang hanya sebagai Kasubag TU KCD,” ucapnya.

Kepsek itu mengaku heran karena sejak kehadiran dirinya menjadi seorang pejabat di lingkungan KCD Dindikbud Banten kerap banyak terjadi masalah-masalah yang mengganggu stabilitas dan harmonisasi program pendidikan di Banten.

Dalam rangka menyampaikan keluhan dan mengadukan ulah Kasubang TU KCD Seragon, lantas Sang Kepsek pun langsung berkordinasi kepada Ketua MKKS SMK Provinsi Banten.

”Banyak kepala sekolah yang mengadu ke saya terkait ulah oknum Kasubag TU KCD yang mengancam akan memindahkan para kepala sekolah tanpa alasan yang jelas.Termasuk saya juga diancam akan dipindahkan ke SMKN 5,” terang Lilik Hidayatullah, kepala SMKN 2 Kota Serang yang juga ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMKN se Banten ini kepada wartawan di Serang, Selasa (14/5).

Lilik mengungkapkan, terjadinya keresahan para kepala sekolah ini berawal saat sejumlah kepala sekolah dikumpulkan oleh Kasubag TU. Saat itu Faturrahman mengatakan kepada mereka bahwa akan ada rotasi untuk penyegaran para kepala sekolah dan sudah ditentukan bahwa si A pindah kemana dan si B dipindahkan kemana.

”Kami tidak keberatan mau dimutasi kemanapun juga, namun kalau caranya begini jelas overlapping, karena yang berhak untuk memindahkan para kepala sekolah adalah Gubernur atas usulan dari Dindikbud melalui BKD bukan oleh Kasubag TU KCD,” ungkapnya.

Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi yang dikonfirmasi, mengaku sudah mendengar adanya keluhan dari sejumlah kepala sekolah di Kota Serang terkait isu mutasi yang dihembuskan oleh Kasubag TU Seragon.

”Saya juga mendengar adanya isu seperti itu. Padahal, untuk memindahkan kepala sekolah adalah wewenang dari pak Gubernur, dan saya sendiri sebagai Kadis Dindikbud tidak tahu kapan akan dilaksanakannya mutasi kepala sekolah,” ujar Engkos.

Ia meminta kepada para kepala sekolah untuk tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengarh oleh isu mutasi tersebut, karena sebentar lagi sekolah punya hajat tahunan penerimaan peserta didik baru (PPDB).

”Saya menghimbau kepada para kepala sekolah untuk tetap bekerja seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh isu isu seperti itu,” kata Engkos.

Hal senada dikatakan oleh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Komarudin yang meminta para kepala sekolah di Seragon untuk tetap tenang dan fokus bekerja dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai program priortas Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Sebenarnya siapa saja boleh mengusulkan perpindahkan kepala sekolah, termasuk wartawan juga boleh,Namun, keputusan mutasi dan rotasi itu ada ditangan Gubernur atas pertimbangan dari Baperjakat,” ujar Komarudin.

Kepala KCD Serang-Cilegon Dindikbud Banten, Ahmad Ridwan mengaku tidak tahu menahu soal isu mutasi yang berkembang dan ramai hingga menjadi buah bibir para kepala sekolah di Banten khususnya di Kota/Kab. Serang dan Cilegon itu. Ridwan juga merasa tidak pernah mengundang atau mengumpulkan para kepala sekolah dalam rangka mengatur sesuatu yang bukan menjadi kewenangannya itu.

“Jadi silakan saja tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Yang jelas sampai saat ini belum ada perintah apapun dari pimpinan,” kata Ridwan.

Ridwan menegaskan apapun manuver yang dilakukan bawahannya bukan menjadi tanggungjawabnya, meskipun dia sempat memberikan data berupa daftar nama-nama kepala sekolah yang akan dimutasi namun ia mengaku tidak menanggapinya, sebab secara birokrasi usulan itu adalah melalui Kepala KCD selanjutnya kepada Kepala Dinas.

“Artinya dalam hal ini saya menyarankan agar seluruh kepala SMK dan SMA di Kota Serang ini agar tidak merasa resah. Bekerja saja sebagaimana mestinya,” kata Ridwan.

Dikonfirmasi dinamikabanten.co.id di kantornya, Selasa (14/5), Faturrahman membantah sejumlah tudingan yang dialamatkan kepadanya. “Kalau kita tidak pernah mengusulkan. Tetapi kalau diminta usulan, iya,” katanya.

Isulan itu, kata Fatur, diminta oleh GTK. GTK itu Dinas. Jadi dinas yang minta usulan kepada kami.

Selanjutnya Faturrahman menjelaskan yang dimaksud diminta usulan oleh dinas itu. “Dimintanya begini, jadi kepala sekolah di Kota Serang ini sudah berapa tahun menjabat disekolah tersebut. Kalau menurut peraturan Permendikbud (tidak menyebutkan nomornya-red) jabatan kepala sekolah itu selama empat tahun. Tapi jika kinerjanya bagus bisa diperpanjang sampai delapan tahun,” katanya lagi.

“Kemudian (setelah delapan tahun-red) kalau dia masih pengen jadi kepala sekolah dan dia punya spesifikasi yang bagus sebagai kepala sekolah ya bisa juga tapi grade-nya tentu harus dibawah sekolah yang dia pimpin sebelumnya,” bebernya.

Jadi, imbuhnya, kita hanya sebatas menyampaikan data saja ke dinas. “Adapun urusan rotasi dan mutasi kepala sekolah itu bukan urusan kita. Tapi kalau soal data kepala sekolah, masa jabatanya tentu harus tahu. Karena kepala sekolah bukan hanya di kabupaten/kota,” ucapnya.

Faturrahman juga menyangkal soal tuduhan telah mengumpulkan para kepala sekolah untuk urusan pengaturan mutasi. “Memang kami pernah mengundang dan mengumpulkan seluruh kepala SMA/SMK di Serang dan Cilegon, tetapi dalam rangka sosialisasi PPDB Tahun 2019. Disana baru kami sampaikan soal aturan Permendikbud yang mengatur jabatan kepala sekolah itu,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tangerang Raya menyebutkan ada beberapa kepala sekolah yang diduga usulan Faturrahman kepada Dindikbud Banten melalui Kepala KCD Seragon. Mereka adalah pertama Kepala SMK Negeri 5 Kota Serang Amin Jasuta akan dipindahkan ke SMK Negeri 1 Cikande. Kedua Plt kepala SMK Negeri 1 Anyer akan ditempatkan menjadi Kepala SMK Negeri 1 Kota Serang.

Ketiga Untung yang saat ini sebagai Kepala SMK Negeri 1 Kragilan rencananya akan diplot menjadi Kepala SMK Negeri 2 Kota Serang. Untung bakal mengeser Lilik Hidayatullah yang akan ditempatkan menjadi kepala SMK 5 Kota Serang.

(Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *