Nursalim, Kepala SMAN 6 Pandeglang : Pandemi, Momentum Sekolah Optimalkan Belajar Berbasis Teknologi

Serang I Dinamika Banten — Kepala SMA Negeri 6 Pandeglang, H. Nursalim menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran baik di masa Pandemi Covid-19 maupun di era ke depan yang penuh persaingan.

“Mengoptimalkan teknologi menjadi sebuah keniscayaan bagi dunia pendidikan. Terlebih, disaat Pandemi ini kita dituntut melakukan migrasi layanan pembelajaran dari konvensional menuju era digital atau daring,” kata Nursalim kepada wartawan di Pandeglang, Rabu (10/3/2021).

Namun demikian, kata Nursalim, faktor utama penentu keberhasilan layanan pendidikan berbasis daring ini ialah tenaga pendidik-nya. “Kalau gurunya melek teknologi maka aktivitas pembelajaran bisa langsung dijalankan kepada siswa. Lalu bagaimana dengan guru yang belum mengerti tentang pemanfaatan teknologi ? Ya kita buat mereka mengerti dengan cara diasah kemampuannya melalui pelatihan layanan digitalisasi pembelajaran,” katanya.

Jika model pembelajaran berbasis teknologi telah berjalan dengan baik maka akan menjadi modal sekolah untuk mampu bersaing dengan SDM di luar negeri mengingat pendidikan era 4.0 menuntut kita bersaing secara bebas.

Faktor lain yang tak kalah penting, kata Nursalim ialah meningkatkan fasilitas jaringan internet yang harus diperkuat. “Karena meskipun secara SDM anak dan guru sudah siap mengikuti pembelajaran daring, jika jaringannya lelet, lemot, suka ngadat alias tidak lancar maka ini menjadi problem tersendiri yang sesegera mungkin harus dicarikan solusinya,” tandasnya.

Hadirkan Sekolah Sehat

Saat ini Mantan Plt. Kepala SMA Negeri 10 Tangerang Selatan ini mengaku tengah fokus melakukan pembenahan terhadap sekolah yang beralamat di nomor 02 Jl.Pendidikan Ciekek-Karatons, Majasari, Karaton, Kec. Majasari, Kabupaten Pandeglang.

“Mengingat sekarang masih dalam suasana Pandemi dimana aktivitas pembelajaran dilakukan secara daring, maka fokus saya sementara ini ialah pembenahan lingkungan sekolah, sarana ibadah dan ruang UKS” kata Kepsek murah senyum ini.

Pihaknya berkomitmen akan menghadirkan suana dan lingkungan sekolah yang sehat, indah dan bersih. Karena sambungnya, pada dasarnya itu sebuah tuntutan dari kebutuhan manusia yang memang ingin hidup nyaman.

“Jika sudah menciptakan suasana lingkungan yang nyaman untuk pembelajaran, maka pendidik dan peserta didik merasa betah dan pada akhirnya akan mendorong iklim yang lebih baik bagi lingkungan sekolah,” ucapnya.

Disamping pembenahan pada aspek lingkungan sekolah, Kepsek juga mengaku tengah mempersiapkan pemenuhan fasilitas pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan dimasa Pandemi Covid-19, salah satunya penambahan sarana sanitasi bagi siswa.

Meski baru beberapa bulan ditugaskan di sekolah tersebut, Nursalim mengaku bersyukur setelah dipercaya mewakili Pandeglang dalam lomba sekolah sehat pada tingkat provinsi. “Lomba sekolah sehat ini laksana gayung bersambut dengan keinginan saya untuk menata dan membenahi sekolah ini, kalau mengikuti lomba tentu akan menambah semangat partisipasi guru dan siswa,” tukasnya.

Ia menuturkan ada beberapa titik/tempat yang menjadi perhatian untuk dilakukan penataan diantaranya kantin sekolah dan ruang belajar/kelas.

“Kantin harus ditata ulang agar tidak menjadi sumber kerumunan dan ruang kelas juga akan kita setting dengan kapasitas 50 persen dari jumlah rombel siswa serta menyediakan tempat cuci tangan didepan kelas-nya masing-masing,” ucapnya.

Kemudian, sambung Nursalim, protokol kesehatan lainnya seperti masker dan hand sanitizer juga sudah kita persiapkan. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *