NGO Banten Menduga Dua Lelang Proyek Dinkes Milik Pengantin

SERANG | DINAMIKA BANTEN – NGO Banten menilai bahwa pengumuman lelang proyek Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten yang tayang di LPSE Banten, yaitu Pembangunan RSUD Labuan dengan pagu Rp. 66.985.420.000,- dan Pembangunan RSUD Cilograng, pagu, Rp. 72.141.969.978,43, persyaratan tekhnisnya dinilai terlalu mengada-ada dan berlebihan, sehingga diduga kuat telah disiapkan untuk sang “Pengantin”.

Koordinator Presidium NGO Banten, Kamaludin mengatakan, pihaknya menduga kuat jika Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Provinsi Banten telah mengarahkan proyek tersebut pada suatu kesimpulan yang mengindikasikan pada satu perusahaan yang menjadi pinangannya (Pengantin).

“Indikatornya adalah Pasca Pokja meng-unggah dokumen pengadaan yang menuangkan berbagai persyaratan untuk mengikuti proses lelang/tender pekerjaan, sangat mustahil dimiliki oleh perusahaan yang akan mengikuti lelang,”ujar Kamaludin, Selasa (04/01/2022).

Diungkapkan Kamal, upaya untuk mengarahkan kepada salah satu perusahaan sebagai pemenang lelang tersebut, yakni minimal satu rekening Bank pada Bank Pemerintah/Swasta yang dapat menunjukan kinerja arus kas dari bisnis utama dalam bentuk Print-Out pada bulan April 2021 s.d September 2021, dengan rata-rata selisih Positif antara Cash Inflow dengan Cash Outflow perbulannya sebesar paling kurang 10 persem (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS.

Sebab, lanjut Kamal. Rekening Bank, apabila dianggap perlu, dapat dikonfirmasi pada Bank Pemerintah/Swasta penerbit Rekening disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 2/19/PBI/2000 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank.

“Ini yang sangat tidak mungkin dimiliki oleh perusahaaan pada situasi dan kondisi pada era pandemi covid-19 ini. Bayangkan dari bulan April hingga September 2021, harus punya kas tetap yang mengendap di Bank dengan nilai 10 persen dari nilai lelang. Ini hal mustahil, kalaupun ada, diduga perusahaan ini sudah memang benar-benar dipersiapkan jauh sebelumnya untuk mengikuti proses lelang/tender pekerjaan tersebut ”jelas Kamal.

dalam kesempatan itu, Kamal juga menjelaskan, dari tahun 2020 hingga akhir tahun 2021, Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang menuntaskan program Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang mana musibah virus tersebut cukup membuat perusahaan-perusahaan gulung tingkar. Apa lagi perusahaan yang memiliki bidang usaha jasa konstruksi, yang memiliki penghasil dari pekerjaan diperoleh dari proses lelang/tender.

“Perusahaan yang sudah ditetapkan jadi pemenang saja ada yang dibatalkan karena anggarannya tersedot habis untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Kamal. Pihaknya menduga hal itu telah keluar dari ketentuan-ketentuan yang diatur oleh Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Jika dilihat dari persyaratan tersebut, tentunya sudah ada indikator siapa yang akan memenangkan pertarungan atas lelang ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Kamal mengaku sebagai fungsi kontrol terhadap tata pelaksanaan program yang berbasis pada tata kelola keuangan Daerah/Negara, pihaknya akan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap pelaksanaan yang dirasa bertentangan dengan aturan maupun peraturan. Sebab, ia menduga bahwa lelang tersebut diduga sarat pada nuansa KKN nya yang aromanya monopoli.

Hal itu juga, kata Kamal. Tentunya akan bertentangan dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Kami akan melakukan upaya-upaya komunikasi terhadap lembaga-lembaga lainnya, diantaranya LKPP, BPKP, BPK RI, Kejaksaan maupun Polda, untuk mendudukan persoalan ini pada substansi aturan dan peraturan. Fokus kami adalah pencegahan sebelum semuanya terjadi dalam konteks pelanggaran hukum,” tegas Kamaludin yang juga merupakan Sekjen DPN Solidaritas Merah Putih (SOLMET). (Dinar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *