Miliki 6 Anak, Kelurga Penghuni RTLH di Desa Karyabuana Belum Dapat Bansos PKH

PANDEGLANG | DINAMIKA BANTEN — Bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH),Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Program Sembako ( BPNT), rupanya belum dapat dirasakan oleh Warga Miskin di Desa Karyabuana Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten.

Entah apa yang menjadi penyebabnya, Bantuan tersebut tidak dapat dirasakan oleh Warga di Kampung Situ RT/ RW 02/03 Desa Karyabuana. Padahal dengan kondisi rumah dan keadaannya sangat memprihatinkan.

Gubuk reot dan rusak parah itu, dihuni oleh Surnaeti dengan suaminya bersama ke enam putra-putrinya yang masih duduk di MTs, Sekolah Dasar (SD) dan balita.

Surnaeti menceritakan kepada awak media, kondisinya saat berhuni di gubuk rusak dengan keadaan bocor, terlebih ketika di musim hujan, mereka harus berkumpul di gubuk yang berkuruan 3 meter x 3 meter yang terletak di depan gubuk yang dimilikinya.

“ Kalau musim hujan, kami berkumpul di gubuk kecil ini, karena gubuk yang dibelakang sudah pada bocor,” sedih Surnaeti mencaritakan kehidupannya. Jum’at kemarin (17/6/2022)

Surnaeti juga menceritakan penghasilan yang didapatkan oleh suaminya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, “ suami tidak memiliki penghasilan tetap, kadang dapat kadang tidak sehingga belum mampu untuk memperbaiki rumah,” ucap Suraneti.

Bahkan, parahnya lagi karena tak mampu untuk membiayai anak bersekolah, anak sulungnya harus terhenti tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. “ anak yang pertama harus berhenti sekolah karena tidak ada biaya,” tandasnya.

Suraneti juga mengaku belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah berupa RTLH, PKH, PIP dan BPNT dari Pemeritah, dan tahun 2022 keluaganya baru terdaftar sebagai penerima BLT Dana Desa.

“ Tahun ini dapat BLT dari Desa, dan untuk bantuan lain seperti PIP, PKH, dan BPNT gak pernah dapat,” akunya.

Sementara itu, Plt Korkab PKH Kabupaten Pandeglang, Didi saat dikonfirmasi oleh awak media dengan langsung melakuan Video Call ,dirinya mengaku prihatin dengan keadaan Surnaeti dan ke enam anaknya harus tidur digubuk reot dan rusak parah.

Didi mengungkapkan bakal membantu warga tersebut, dengan cara mengecek terlebih dahulu, apakah Surnaeti terdaftar tidak di DTKS, apabila belum dirinya akan meminta kepada Pendamping PKH yang bertugas di Desa Karyabuana untuk mendaftarkan di Data Terpadu Kesejahtraan Sosial (DTKS).

“ Nanti kita bantu, kasian juga, kalau belum terdaftar di DTKS kita bakal bantu supaya terdaftar agar dapat didaftarkan sebagai penerima PKH,” tandasnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *