Merasa Kesulitan Dapat BBM Pertalite, Nelayan di Tanjung Lesung Ancam Demo Dinas Perikanan Pandeglang

PANDEGLANG | DINAMIKA BANTEN –Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Pertalite rupanya menjadi bahan perbincangan ditengah nelayan wilayah Panimbang, Tanjung Lesung – Sumur. Pasalnya, setelah diterapkannya subsidi pada bahan bakar jenis Pertalite tersebut banyak peraturan yang diberlakukan tapi pemerintahnya tidak bisa memfasilitasinya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite tersebut.

Ade Jamhur pemilik Bagan Apung dan pemilik perahu kecil yang terletak di wilayah tanjung lesung, mengatakan bahan bakar yang digunakan perahunya adalah BBM jenis Pertalite, sehingga dia mengaku sangat membutuhkan untuk melaut.

Ade Jamhur juga bingung atas kebijakan pemerintah kabupaten Pandeglang terutama Dinas Perikanan, mestinya mampu memberikan pelayanan yang terbaik buat para nelayan yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“ Harusnya mencari solusi yang terbaik bagaimana para nelayan bisa melaut, kami ini nelayan kecil, kami ingin melaut menggunakan Pertalite bukan Pertamak, bagaimana caranya yakni berdasarkan yang kami tahu bahwa dinas memiliki wewenang untuk menerbitkan surat rekomendasi,”pintanya. Rabu (26/7/2023).

Ade Jamhur juga meminta kepada Bupati Pandeglang, agar segara mengambil langkah yang terbaik agar para nelayan di wilayah pandeglang bisa kembali melaut dengan bahan bakar yang terjangkau harganya.

“ Jangan salahkan para nelayan atau nelayan yang dijadikan korban dengan adanya permasalahan yang terjadi di Dinas Perikanan atau dengan banyaknya dugaan penyalahgunaan BBM jenis Solar, dengan banyak yang tertangkap,” tegasnya.

Jamhur juga menambahkan, dalam rangka mengurangi atau mengantisipasi penyimpangan pada BBM Jenis Solar atau Pertalite bukan berarti Dinas Perikanan Pandeglang membiarkan para nelayan kelaparan karena tak mampu membeli bbm ketika ingin melaut.

“ Keluarga kami perlu makan, kami ingin bisa melaut dengan BBM yang harganya terjangkau, oleh sebab itu kami meminta apabila Kepala Dinas Perikanan tidak bisa memfasilitasi untuk BBM jenis Pertalite kami berjanji dalam waktu dekat kami akan melakukan unjuk rasa mempertanyakannya kepada pemerintah kabupaten Pandeglang,” tutupnya. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *