Menjaga Lingkungan, Aktifis Lingkungan Bentuk Kader Siaga Konservasi

SERANG – Masyarakat pesisir tumpah ruah di kawasan hutan mangrove, Kampung Brangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (15/5/2018). Masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan, petani tambak dan pelajar di Desa tersebut mengikuti apel siaga konservasi dan penanaman mangrove di zona kritis yang digagas aktifis lingkungan.

Aktifis Lingkungan Hidup Dady Hartadi mengatakan, Apel siaga yg dipimpin Danramil Tirtayasa, Kapten Panut dan juga dihadiri kepala dinas lingkungan hidup dan kehutanan Provinsi Banten Husni Hasan dan Kepala dinas Lingkungan hidup Kabupaten Serang Sri Budi dihadiri ratusan kader siaga konservasi, dan ratusan masyarakat nelayan serta undangan yg seluruhnya hampir menyentuh seribu orang.

“antusiasme masyarakat yang hadir adalah indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah pesisir,” ujarnya

Ia menyebutkan, bahwa dirinya adalah orang yang sangat berkepentingan akan kondisi ekosistem pesisir, karena masyarakatlah yang langsung bersentuhan dengan lingkungannya. sehingga mereka menganggap penting akan lingkungan hidup yang baik dan sehat di wilayah mereka yang selama ini selalu terancam abrasi yg semakin meluas.

“akibat rusaknya 300 hektar hutan mangrove disepanjang pesisir  Pontang, Tirtayasa, Tanara (Pontirta). Kedepan Pemerintah kata Daddy harus fokus bersama-sama kader siaga konservasi untuk memulihkan 300 hektar hutan mangrove yang rusak tersebut dengan menjadikan agenda kerja pemerintah untuk pemulihannya,” katanya.

Lanjutnya, hampir 300 orang lebih kader siaga konservasi yang terdiri dari nelayan dan pelajar. Bahkan ratusan ibu-ibu nelayan pun turut hadir.Hampir seribu orang massa berkumpul disini dengan penuh antusias, karena mereka merasa penting dangan lingkungan hidup yang baik dan sehat di wilayah mereka.

“Pemerintah juga harus fokus  pada 300 hektar hutan mangrove yang rusak dengan menjadikannya agenda kerja pemerintah,” tuturnya.

Sementara Fahruri yg merupakan ketua komunitas mangrove segara biru Desa lontar menambahkan, sangat gembira dengan dibentuknya kader siaga konservasi oleh para aktifis lingkungan.Selain mampu memberdayakan masyarakat pesisir secara ekonomis melalui budidaya mangrove,secara ekologis menurut fahruri lingkungan pesisir di desanya juga semakin terjaga.

“Gembira dan sangat senang, karena masyarakat di Desa kami semakin mencintai lingkungan, terbukti acara ini dihadiri banyak masyarakat bahkan hampir seribu orang, padahal kami hanya mempersiapkan kader siaga konservasi sebanyak 300 orang saja. Disinilah kegembiraan kami,bahkan  masyarakat yang lain menyatakan siap menjadi kader siaga,” Ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Llingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten  Husni Hasan dalam sambutannya menyampaikan, untuk terus mengajak masyarakat secara luas agar mencintai lingkungan dan menjaga ekosistem mangrove sebagai penahan abrasi.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stake holder yang telah turut menjaga lingkungan terutama para pemerhati dan pegiat lingkungan hidup. Kedepan menurutnya kegiatan konservasi seperti ini akan terus digalakkan,” pungkasnya. (Ildhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *