Menag RI Beri Keleluasaan Madrasah Buka Sekolah, Tapi…

DBC I Serang — Menteri Agama RI, Jenderal (Purn) Fachrul Razi memberikan sinyal kelonggaran pada madrasah baik tingkat MI, MTs dan MA di Provinsi Banten yang akan kembali membuka sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Bagi madrasah-madrasah yang akan menyelenggarakan belajar tatap muka silakan saja. Asalkan empat syarat penting dalam protokol Covid-19 itu terpenuhi,” kata Menag RI, Fachrul Razi pada acara “Peningkatan Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Banten” di Le Dian Hotel, Rabu, (26/8).

Empat syarat yang dimaksud, kata Fachrul Razi, yaitu pertama tempatnya aman dari covid, kedua gurunya aman covid, ketiga siswanya juga aman covid dan keempat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Disamping itu, Menag juga menyarankan sebelum sekolah tatap muka digelar alangkah lebih baiknya dikoridinasikan juga bersama Pemda setempat.

“Baiknya siih berkordinasi juga dengan Pemda setempat. Jika ingin buka, ya buka-nya sama-sama. Atau seperti apa polanya. Silahkan Kemenag Kabupaten/Kota dan Kanwil berkrodinasi untuk mengambil langkah yang tepat demi kebaikan bersama,” katanya.

Menag mengakui bahwa pembelajaran secara online atau daring yang dilakukan selama pandemi ini tidak efektif. Banyak kekurangan disana sini.

“Apalagi barusan dengar cerita Pak Kakanwil. Tidak semua wilayah mendapat akses jaringan yang baik dan tidak semua masyarakat bisa membeli handphone yang canggih untuk mendukung pembelajaran daring. Jadi kita juga prihatin dengan kondisi ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, sekolah tatap muka saya serahkan kepada kepala sekolah dan orang tua siswa. “Jika wilayah itu sudah masuk zona hijau atau kuning mungkin sekolah tatap muka sudah bisa dilakukan. Dengan catatan empat syarat yang telah sampaikan tadi benar-benar dijalankan dengan baik,” katanya.

Sementara itu dalam laporannya di depan Menag, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. A. Bazari Syam menyampaikan kegalauan para kepala sekolah madrasah di Banten.

Sebab menurutnya para kepala madrasah masih dirundung kekhawatiran jika melakukan sekolah tatap muka secara total. Mengingat amanat Inpres nomor 06 tahun 2020 nyatanya harus ditegakkan oleh semua orang termasuk lembaga pendidikan madrasah.

Disisi lain mereka juga mendapat tuntutan dan desakan dari sebagian besar orang tua siswa agar sekolah tatap muka bisa segera dilakukan.

“Karena itu dalam kesempatan ini kiranya bapak bisa memberikan pencerahan kepala kepala madrasah ini. Tidak berarti dengan tatap muka tidak terlaksana kegiatan pendidikan, tetap akan lebih afdhol setelah mendapat pencerahan dari bapak (Menag-red)” Kata Kankanwil Banten.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kanwil Kemenag Prov. Banten , H. A. Bazari Syam, Ketua MUI Prov. Banten, A.M Romli, Kabag TU Mahfudin, Kabid Penmad, Miftahuddin Djabby, Sejumlah Kasi dan Kasubag lingkungan Kanwil Kemenag Banten, seluruh Kepala MAN, MTsN dan MIN se-Banten. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *