Masuk 15 Perpustakaan Terbaik Nasional, Gubernur Apresiasi Prestasi SMAN 1 Waringin Kurung

Serang I Dinamika Banten — Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Waringin Kurung, Kabupaten Serang atas keberhasilannya menembus 15 besar perpustakaan terbaik tingkat nasional.

“Saya sebagai gubernur mengapresiasi dan mengucapkan selamat. Tentunya, prestasi ini dapat dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan literasi. Karena budaya membaca itu menjadi penting dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan,” kata Wahidin Halim melalui rekaman video yang diterima Dinamika Banten, Kamis (19/8).

Tidak hanya SMA Negeri 1 Waringin Kurung, Mantan Walikota Tangerang Dua Periode ini meminta agar SMA/SMK lain di Banten juga harus mampu dan mau mengembangkan budaya literasi di sekolah.

Demikian pula, sambung WH, gemar membaca bukan hanya disekolah melainkan juga menjadi kebiasaan bagi masyarakat Banten.

Sebelumnya, sekolah yang dipimpin Nurdiana Salam ini mengikuti seleksi perpustakaan pada tingkat nasional mewakili Provinsi Banten. Dari 37 provinsi yang turut andil dalam perebutan posisi terbaik, Banten masuk nominasi 15 besar dan akan kembali bertarung merebutkan posisi 3 (tiga) besar nasional pada 23 Agustus 2021.

“Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi, dukungan dan motivasi bapak gubernur. Keberhasilan 15 besar nasional ini menjadi modal berharga untuk kami yang pada 23 Agustus 2021 akan kembali mengikuti seleksi menuju tiga besar perpustakaan nasional,” kata Kepala SMA Negeri 1 Waringin Kurung, Nurdiana Salam kepada Dinamika Banten, Kamis (19/8).

Ia menjelakan bahwa kemarin pihaknya telah mengikuti technical meeting (TM) secara daring yang juga diikuti oleh Kadis Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten. Didalamnya, sambung Nurdiana Salam, kita harus mempersiapkan segala kebutuhan materi dan dokumen-dokumen yang menunjang penilaian dalam perlombaan.

Bicara optimisme, dia mengaku memiliki motivasi besar dalam persaingan tiga besar. Hal itu bukan berdasar pada kepemilikan perpustakaan besar nan megah, tetapi meskipun memiliki perpustakaan yang sederhana pihaknya mengoptimalkan standarisasi yang bisa memberikan layanan terbaik kepada pelajar.

“Dan salah satu keunggulan layanan perpustakaan kami ialah disesuaikan dengan kondisi pademi yang telah berjalan lebih dari satu tahun ini tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka bahkan dilakukan dengan sangat terbatas, pun juga dengan perpustakaan. Jika hanya mengandalkan layanan offline maka tentu saja itu sangat sulit dilakukan. Inovasinya, maka kita kembangkan aplikasi smart library,” paparnya.

Smart library ini, kata Nurdiana Salam adalah sebuah aplikasi yang bisa di download anak-anak pada smartphone androidnya untuk kemudian bisa berkunjung ke perpustakaan SMA Negeri 1 Waringin Kurung secara daring. “Disitu mereka bisa membaca buku, mencari dan menemukan berbagai macam koleksi buku yang dibutuhkan untuk menambah khazanah pengetahuannya,” ucapnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *