Dimasa Pandemi, Pelaku UMKM Dituntut Kembangkan E-commerce

DINAMIKABANTEN CO.ID I Lebak — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Lebak menggelar webinar atau seminar yang dilakukan secara daring bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui aplikasi zoom, Selasa (24/11)

Dalam pertemuan melalui aplikasi yang dipandu oleh moderator Rido Novara dan MC Ayu Deenar. Sedangkan narasumber hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab. Lebak, Doddy Irawan dan Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Lebak, Rully Yanrali.

Pertemuan jarak jauh yang diikuti lebih dari 40 peserta pelaku UMKM di Lebak itu dipandu dari Data Center Pemkab Lebak itu membahas pemanfaatan e-commerce atau penjualan online bagi pelaku UMKM diawali dengan lantunan lagu dari Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung yang dikomandoi ketuanya, Ugas.

Moderator webinar, Rido Novara mengatakan, tujuan webinar untuk mencari peluang UMKM di masa pandemi dengan pemanfaatan teknologi digital yang semakin berkembang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lebak, Doddy Irawan, protokol kesehatan yang salah satunya menjaga jarak, membuat semua orang harus memaksimalkan alat komunikasi.

Berdasarkan data, perkembangan e-commerce Indonesia tertinggi di dunia mencapai 88,8 %. E-commerce itu melalui platform bukalapak, gojek, lazada dan berbagai platform lainnya.

Data pengguna medsos di Indonesia terbagi dalam youtube 88 %, whatsaap 84 %, facebook 82 % dan Instagram 79 %.

Dari data itu juga terungkap, Indonesia menduduki nomer urut 5 pengguna handpone terbesar di dunia.

“Bila mengacu ke data tersebut, penduduk Indonesia sangat konsumtif, tapi bisa jadi peluang bagi pelaku UMKM bagaimana memasarkan produk melalui e-commerce,” kata Kadis Kominfo Lebak.

Dijelaskannya, kelebihan e-commerce bagi pelaku UMKM karena tidak butuh tempat,
modal lebih sedikit dan peluang pasar masih tinggi.

Lanjut Kadis Kominfo, e – commerce ada beberapa pendekatan yaitu bisnis to bisnis, bisnis to consumer, dan
consumer to consumer.

Doddy Irawan mencontohkan, bagaimana produk makanan odading mang Oleh yang mendadak dibanjiri pembeli setelah viral di medsos.

Sejauh ini kata dia, pihak Dinas Koperasi
sudah sering menggelar pelatihan pemasaran menggunakan sistem online.

Dia berharap, begitu era digital harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Literasi bagaimana menggunakan aplikasi online sangat mudah diakses. Semakin banyak jejaring kita, semakin besar peluang produk kita terjual,” kata dia.

Sedangkan Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Lebak, Ruli Yanrilla dalam paparannya menggatakan pihaknya sering melakukan pelatihan dan sosilisasi bagi para pelaku UMKM diantaranya cara memanfaatkan aplikasi online dalam memasarkan produk.

Kata Ruli, UMKM di Lebak sebagian sudah mulai menggunakan dunia digital. Ini bisa dilihat saat pendataan Bantuan Presiden Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM)

“Saat mereka (pelaku UMKM) mengajukan bantuan, ternyata banyak diantaranya yang berjualan online. Artinya, pelaku UMKM di Lebak sudah aktif memanfaat teknologi digital,” kata Ruli.

Dalam tanya jawab. para pelaku UMKM berlomba bertanya kepada naraumber. Seperti, Muhamad Inayatullah dari IPNU Lebak yang menanyakan sejauh mana mendorong masih banyaknya masyarakat yang belum menggunakan teknologi digital.

Sedangkan, Umsaroh, pengrajin batik dari Kecamatan Cibadak menanyakan tentang bantuan modal bagi pelaku UMKM di Lebak.

Miftahudin, pelaku UMKM dari Kec. Sobang
bagaimana cara menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan

Moh. Nasir, dari desa Bejod Wanasalam yang pernah menjadi peserta pameran VE TEI Expo yang difasilitasi Bank Indonesia menanyakan tindaklanjut pembinaan dari pameran tersebut.

Namun dari semua penanya sepakat bahwa pelaku UMKM harus bisa memanfaarkan peluang usaha menggunakan aplikasi penjualan berbasis online.(Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *