Madrasah Libur, Siswa Tetap Dapat Penugasan

Serang I DBC — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten meminta para siswa madrasah untuk memanfaatkan waktu libur sebaik mungkin.

Kebijakan libur sekolah ini diterapkan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di lembaga-lembaga pendidikan Islam di bawah Kementerian Agama.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Idris Jamroni mengatakan, libur bukanlah untuk bermain-main dan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat.

“Libur adalah perpindahan dari satu aktivitas ke aktivitas lain yang bermanfaat. Artinya para siswa tetap mendapat tugas mandiri dari guru masing-masing mata pelajarannya,” ujar Idris kepada Tangerang Raya di Serang, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, meskipun sekolah diliburkan, para siswa diminta tetap belajar dan beribadah di rumah masing-masing.

“Jangan keluar ke tempat keramaian, isikan dengan kegiatan yang bermanfaat dan juga khatam Alquran,” katanya.

Pihak madrasah dan pengawas madrasah juga diminta berperan aktif untuk menginformasikan kepada seluruh orang tua siswa agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya selama aktivitas madrasah diliburkan.

Sementara itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Berbasis Komputer (UAMBK) tetap berjalan sebagaimana jadwal yang telah ditentukan. Dengan ketentuan, pihak madrasah diminta untuk mengutamakan langkah antisipasif seperti, membersihkan kelas yang akan dijadikan ruang ujian, menyediakan cairan antiseptik dan mengimbau siswa menjaga kebersihan.

“Hanya siswa yang mengikuti UNBK dan UAMBK yang ke madrasah. Selain hari ujian mereka juga kita minta tetap di rumah,” katanya.

Sebelumnya pada 16 Maret 2020 Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. A. Bazari Syam mengintruksikan seluruh madrasah dan lembaga pendidikan islam dibawah naungan Kemenag Banten untuk meliburkan siswanya sejak 16 sampai 30 Maret 2020 dalam upaya penanganan penyebaran covid-19.

Dalam edaran itu disebutkan,
untuk guru dan tenaga kependidikan tetap hadir mengisi absen fingerprint sesuai jam kerja masing-masing.

“Untuk siswa pada kelas Akhir yang akan melaksanakan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK) jenjang Madrasah Tsanawiyah,
dan Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Adapun Ujian Madrasah (UM) jenjang Madrasah Aliyah DITUNDA sampai waktu yang ditentukan kemudian,” tulis Kakanwil dalam edaran tersebut.

Kakanwil juga berpesan, untuk sementara Madrasah tidak diperkenankan mengadakan acara yang melibatkan banyak siswa seperti study tour, perkemahan dll dan tak lupa agar terus berdo’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa supaya kita selalu mendapat perlindungan dan terbebas dari segala penyakit.

Penulis/Editor : Ade Gunawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *