M. Juwayni : Kafe Noji dan EdOTEL Wujud Implementasi CEO dan CoE

Pandeglang I Dinamika Banten — SMK Negeri 1 Pandeglang merupakan salah satu dari sekian ratus SMK negeri yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi untuk menjadi Pusat Keunggulan (Center of Excellence) utamanya sektor pariwisata.

“EdOTEL akan terus kita genjot sebagai icon dalam implementasi Center Of Excellence. Sementara Kafe Noji bagian tak terpisahkan program unggulan yang lahir dari gagasan saat saya mengikuti Program Peningkatan Kapabilitas Manajerial bagi 90 Kepala SMK dari berbagai provinsi di Indonesia. Pelatihan berlangsung dari tanggal 1 Oktober hingga 2 Desember 2020,” kata M. Juwayni Kepala SMK Negeri 1 Pandeglang di Kantornya, Senin (1/3).

Kaitan CEO, ia mengatakan, kepala sekolah memiliki peranan penting agar sekolah tidak tertinggal dan jadi trend setter perubahan. Dalam pelatihan itu, Kepala Sekolah dituntut memiliki mental sebagai CEO (Chief Executive Officer) agar SMK tidak tertinggal dan mampu menghasilkan lulusan yang mandiri dan selalu menemukan solusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, sebagai manajer pada satuan pendidikan, kepala sekolah juga harus seperti CEO perusahaan, artinya dia harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja. Para guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri serta dunia kerja.

“Kafe Noji merupakan integrasi dari teaching factory, kelas industri dan produk kreatif kewirausahaan. Selain menyajikan beragam jenis kopi, kafe Nomor Hiji (Noji) juga menyediakan piza dengan bahan dasar talas beneng, keripik, dan beragam produk makanan ringan lain dari hasil karya siswa,” ucapnya.

Iya meyakini, baik EdOTEL Pesona maupun Kafe Nomor Hiji (Noji) memiliki peluang besar jika dipasarkan untuk umum. Namun hal itu urung dilakukan mengingat belum ada cantolan regulasi yang mengatur sekolah boleh berekspansi dalam bisnis yang lebih jauh. “Makanya kita sedang menunggu itu. SMK Negeri 1 Pandeglang bersama delapan SMK Negeri di Banten sudah mengusulkan perubahan status sekolah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten,” kata mantan Kepala SMK Negeri 5 Pandeglang ini.

Mantan Plt. Kepala SMK Negeri 4 Pandeglang ini juga menyebut bahwa pada tahun 2020 siswanya berhasil meraih prestasi pada ajang FLS2N tingkat nasional. “Kita meraih juara dua FLS2N tingkat nasional untuk kategori gitar solo,” ujarnya.

Hingga saat ini, sekolah yang beralamat di Jl. Raya Labuan No.Km.5, Palurahan, Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang memilki luas lahan 1,8 hektare, membuka 9 jurusan kompetensi dan jumlah peserta didik sebanyak 1.828 siswa, dengan 56 ruang kelas serta ruang praktek atau laboratorium yang telah memadai.

“Namun mengingat sekolah ini sudah lama berdiri sehingga banyak bangunan ruang belajar tampaknya membutuhkan penyegaran melalu program rehabilitasi ruang kelas. Upaya lain yang bisa dilakukan ialah melakukan pengembangan dengan penambahan ruang kelas baru namun harus naik ke atas (lantai dua).Ini yang menjadi PR kita bersama untuk dikomunikasikan dan disusulkan kepada dinas terkait,” ungkapnya.

Disamping tu, Kepsek yang dikenal ramah ini menyinggung pembinaan karakter siswa secara daring yang dilakukan meskipun dimasa Pandemi Covid-19. “Programnya kita sebut Jumat Taqwa. Jadi setiap Jumat pagi sebelum pembelajaran anak melakukan pembiasan membaca Alquran. Ada juga program yang kita sebut One Day One Juz (ODOJ),” tandas Wakil Ketua MKKS SMK Pandeglang.

Terimakasih Pada Gubernur

Kepsek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten atas perhatian yang konkret pada dunia pendidikan.

“Saya sebagai kepala SMK Negeri Pandeglang beserta guru baik ASN maupun non ASN menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan konsen Bapak Gubernur, Wahidin Halim dalam membangun pendidikan di Banten,” katanya.

Ia mengakui semenjak kepemimpinan WH pendidikan di Banten mengalami perkembangan pesat baik dari aspek infrastruktur meliputi ; pembangunan ratusan Unit Sekolah Baru (USB), ribuan ruang kelas baru dan rehabilitasi ribuan ruang kelas. Kesejahteraan ASN melalui Tunjangan Daerah (Tunda) dan Non ASN melalui honor bulanan sesuai UMK Kabupaten/Kota berikut tambah penghasilan dari jam mengajar serta pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK dan SKh Negeri Se-Banten. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *