Lukmanul Hakim : HAB Ke-75 Momentum Jaga Kerukunan

Serang I DINAMIKA BANTEN — Kepala Kantor Kemenag Kota Serang, H. Lukmanul Hakim menyatakan bahwa Hari Amal Bhakti (HAB) ke-75 tahun menjadi momentum tepat untuk menjaga kerukunan sesama umat beragama.

Lukman mengatakan, Hari Amal Bakti Kemenag yang bertepatan 3 Januari itu mengangkat tema Indonesia Rukun. Tema ini, katanya, sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa untuk maju. Tanpa kerukunan, kata dia lagi, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

“Sehingga sangat penting bagi kita semua dalam merawat kerukunan ini. Khusus di Kota Serang, kerukunan umat beragama sudah sangat terjaga dan terus kita rawat demi pembangunan di Kota Serang,” ujarnya di Serang, Minggu (10/1).

Lebih lanjut, Lukman juga menyampaikan beberapa amanat Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam amanat itu, kata dia, pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama. “Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama,” kata dia.

Ia melanjutkan, pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, kata dia, dalam mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari.

“Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain,” katanya.

Menteri Yaqut mengingatkan tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama. Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci.

“Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan,” kata Yaqut.

Selanjutnya, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

“Mari kita mengedepankan akal sehat dan hikmah kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang,” kata dia. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *