Kisruh Sampah Asal Tangsel, Ketua Dewan Ancam Cabut Rekomendasi MoU

SERANG I DINAMIKA BANTEN — Kisruh Pemkot Serang dan warga Taktakan terkait pengelolaan sampah asal Tangerang Selatan yang terus ramai diberitakan berbagai media membuat geram Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi. Budi mengancam akan mencabut rekomendasi MoU antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel jika tak mampu menyikapi berbagai tuntutan yang diinginkan warga.

“Senin (25/10) Walikota dan Sekda-nya akan kita panggil. Kita ingin minta penjelasan dari mereka bagaimana ini bisa sampai menjadi polemik di masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi saat dihubungi Dinamika Banten, Minggu (24/10).

Menurut Budi, pemanggilan orang nomor satu di Kota Serang itu bukan tanpa alasan, selain meminta penjelasan pihaknya juga ingin menyampaikan usulan addendum dari MoU yang telah dibangun antara Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel itu.

“Seiring berjalannya MoU dan truk-truk sampah Tangsel sudah dikerahkan ke TPSA Cilowong ternyata banyak keluhan-keluhan lain yang itu harus dicantumkan dalam MoU. Misalnya soal kendaraan angkutan yang dalam perjalanan mengeluarkan cairan lindi sampah yang membuat area jalan menghitam,” katanya.

Cairan lindi itu harus menjadi perhatian serius karena selain menganggu warga juga mempengaruhi pada keindahan jalan di Kota Serang. Dikatakan, air lindi sampah yang hitam dan licin itu berdampak pula pada keselamatan pengendara.

Pihaknya juga ingin tau seperti apa mekanisme penyerahan kompensasi yang akan diberikan kepada warga sekitar. Sebab menurutnya kalau kesepakatan awal dengan warga dijalankan, kisruh seperti ini mungkin tidak akan terjadi.

“Terakhir kita diajak kordinasi itu saat meminta persetujuan soal MoU. Sementara kesini-kesininya sudah tidak ada lagi pembahasan soal itu. Makanya besok itu momentum untuk kita meminta penjelasan,” tukasnya.

Sementara Disetop

Walikota Serang, Syafrudin menyampaikan siap menghentikan operasional truk pengangkut sampah asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sampai ada kesepakatan antara warga Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan dengan Pemerintah Kota Serang.

Hal itu disampaikan Syafrudin dihadapan ratusan warga yang protes atas aktivitas truk pengangkut sampah dari Tangsel yang melintasi pemukiman warga saat hendak dibawa ke TPAS Cilowong pada Kamis (21/10/2021) sore di kantor Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

“Mulai besok saya akan stop dulu truk sampah dari Tangsel. Sampai nanti ada kesepakatan (antara Pemkot Serang dengan pendemo),” kata Syafrudin.

Bahkan, Syafrudin pun menyampaikan, jika pihaknya siap melakukan audiensi dengan perwakilan masyarakat Kelurahan Cilowong untuk menemukan solusi dari tuntutan yang disampaikan warga Kelurahan Cilowong terkait truk sampah asal Tangsel.

“Nanti hari Senin nanti ada kesepakatan bersama. Sehingga kami kerjasama dengan Tangsel tidak dibatalkan, dan masyarakat mendapatkan keuntungan,” ujarnya.

Pernyataan Walikota Serang tersebut menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan warga Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan atas aktivitas truk pengangkut sampah asal Tangsel yang meninggalkan bau menyengat terhadap pemukiman penduduk yang dilintasi.

Salah seorang perwakilan massa aksi, Edi Santoso mengatakan, aksi yang dilakukan warga merupakan bentuk keresahan yang dialami buntut lalu lalangnya truk pengangkut sampah asal Tangsel ke areal pemukiman penduduk.

“Kami minta truk sampah Tangsel distop dulu. Sampai kompensasi dari hasil kerjasama Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel juga diberikan kepada warga Kelurahan Cilowong,” kata Edi dihadapan Walikota.

“Yang jelas sampai MoU dengan masyarakat ditandatangani oleh Walikota. Kita stop dulu mobil sampah yang melintas daerah kita sampai Walikota memberikan kompensasi, kita akan terus operasi mobil sampah,” imbuhnya.

Edi pun mengancam, jika sampai kesepekatan antara pihak Pemkot Serang dengan warga Kelurahan Cilowong tercapai, maka pihaknya akan terus melakukan sweeping terhadap truk angkutan sampah yang melintas di sepanjang jalan Kecamatan Taktakan menuju TPAS Cilowong.

“Nanti kita akan buat posko, menjaga mobil sampah agar tidak lewat. Itu akan dijaga selama 24 jam,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Kecamatan Taktakan resah dengan membeludaknya sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan. Bukan hanya itu, lalu lintas kendaraan truk pengangkut sampah juga membuat warga kian terusik akibat bau busuk dan ceceran air lindi sepanjang jalur Tol Serang Barat, Kepandean, perempatan lampu merah Brimob Polda Banten, hingga TPSA Cilowong.

Aksi sopir truk sampah yang ugal-ugalan juga membuat pengendara warga Kota Serang kerap murka. “Udah baunya luar biasa, bawa mobilnya ngebut aja,” ujar Bagja, warga Kota Serang. (adg/drs/str)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *