Ketua Forbaja Cilegon : “Internal Kadin Cilegon Solid”

Menanggapi pernyataan beberapa pengusaha yang mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua Kadin Cilegon Sahruji, Ketua Forum Banten Jaya (Forbaja) Hasan Basri atau biasa disapa Ulung menyebutkan, bahwa para pengusaha tersebut seharusnya tidak perlu lagi ikut campur dalam urusan internal Kadin Cilegon. Karena mereka yang mengajukan mosi tidak kepada Sahruji, bukan lagi pengurus maupun anggota Kadin Cilegon. Sehingga tidak ada hubungannya lagi para pengusaha tersebut dengan Kadin Cilegon.

Ketua Forbaja Cilegon ini menceritakan, awalnya muncul permasalahan ini dipicu karena para pengusaha tersebut menjadi pengurus ataupun anggota dari Kadin Paradigma. “Dengan menjadi pengurus maupun anggota organisasi lain (Kadin Paradigma), secara otomatis kepengurusannya maupun keanggotannya di Kadin Cilegon gugur dengan sendirinya sesuai dengan AD/ART Kadin,” ungkap Ulung di Kantornya, Ciwandan, Cilegon, Kamis (4/4).

Selanjutnya, kata Ulung, karena dunia usaha dan bisnis di Cilegon masih mengakui legitimasi Kadin sebagai lembaganya para pengusaha, maka mereka yang tadinya hengkang dan menjadi pengurus atau anggota Kadin Paradigma, berminat kembali menjadi anggota Kadin Cilegon.

“Akhirnya mereka mengajukan diri lagi untuk mengurus Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin Cilegon, namun Kadin Provinsi Banten tidak menyetujui. Alasanya, mereka sudah menjadi anggota organisasi lain (Kadin Paradigma),” tandas Ulung.

Ketua Forbaja Cilegon ini menjelaskan, dalam posisi ini, sebenarnya Sahruji sebagai Ketua Kadin Cilegon masih berbesar hati, untuk menerima mereka kembali untuk menjadi anggota Kadin Cilegon dengan mengajukan KTA ke Kadin Provinsi Banten. “Hanya saja karena Kadin Banten menolak, akhirnya mereka kecewa dan membuat pernyataan-pernyataan yang tidak produktif. Sehingga mendorong Ketua Kadin Cilegon mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Ketika disinggung soal pernyataan mantan Ketua Kadin Cilegon H Aldin Suhaemi, tentang kekisruhan pengurus Kadin Cilegon dapat mempengaruhi terhadap dukungan politik ke Cawapres nomor 1, Ulung menerangkan, bahwa Kadin Cilegon tidak mengalami kekisruhan. “Operasional organisasi berjalan seperti biasa. Secara internal, Kadin Cilegon berjalan normal saja. Kalaupun ada permasalahan, sebagai organisasi hal itu biasa saja,” terangnya.

Sementara terkait dukungan terhadap Cawapres tertentu, Hasan Basri mengutarakan, bahwa sebagai lembaga wadah pengusaha, Kadin Cilegon tidak dalam kapasitas dukung-mendukung Cawapres dalam Pemilu 2019. “Jika ada pengurus maupun anggota Kadin Cilegon yang mendukung salah satu cawapres, itu merupakan hak pribadi seseorang yang dijamin undang-undang dalam menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan demokrasi,” paparnya.

Intinya, kata Ketua Forbaja ini, internal Kadin Cilegon yang dikomando H Sahruji solid secara organisasi dalam melaksanakan kegiatannya. “Tidak ada itu kisruh-kisruhan seperti yang diberitakan media. Biasa saja. Seperti biasa, organisasi berjalan normal,” tegasnya.

Bukti solidnya internal pengurus, tutur Ulung, Kadin Cilegon dan Kadin Tangsel yang paling produktif dalam menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada pengusaha di Provinsi Banten ini. “Hal ini sebagai contoh bahwa Kadin Cilegon solid dalam menjalankan organisasi,” tegasnya.

Atas dasar ini, Ketua Forbaja ini menghimbau kepada para pengusaha atau pengurus organisasi lain, jangan termakan opini yang coba dibangun secara sepihak., demi kepentingan dan ambisi pribadi seseorang. “Selain itu saya mengajak teman-teman pengusaha, baik dari HIPPI, HIPMI, APLI dan organisasi lain, untuk evaluasi dan instrospeksi diri, guna berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat,” harapnya.

(M. Yudi/Ade Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *