Kepala SMK Bismillah Sebut Butuh Inovasi Pembelajaran Ditengah Pandemi

SERANG I DINAMIKABANTEN.CO.ID — Ketua Yayasan Ponpes Terpadu Bismillah yang juga Kepala SMK Bismillah, Alvi Ruzabadi mengatakan bahwa ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang juga belum mereda dibutuhkan inovasi dalam metode pembelajaran yang aman namun diminati oleh peserta didik.

Ini, kata Alvi, menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik sekaligus refleksi pada momentum Hari Guru Nasional/HUT PGRI tahun 2020.

“Semoga momen peringatan ini menjadi refleksi bahwa kita semua bukan sekedar menjadi pengajar tetapi pembelajar, apalagi di masa pandemi ini kita menghadapi tantangan yang tidak kecil,” kata Alvi.

Adapun tantangan itu, menurut Alvi, berkaitan dengan kebutuhan akan metode baru dalam kegiatan belajar dan mengajar di tengah masyarakat.

“Tetapi para pendidik di Ponpes Terpadu Bismillah mampu melewatinya, kreatif, berinovasi, memunculkan cara-cara menarik sehingga proses pembelajaran berjalan menyenangkan. Ada tantangan tetapi dijalankan dengan rasa bahagia,” ucapnya.

Namun demikian, ia berharap pada tahun 2021 Pandemi Covid-19 sudah selesai, sehingga kita semua dapat kembali beraktivitas seperti biasanya dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara tetap muka.

“Meski begitu tentu kehidupan normal baru paska Pandemi ini akan menuntut kita untuk selalu menjalankan Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona,” ucapnya lagi.

25 November 2020 memang dikenal sebagai hari guru nasional. Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Hari Guru Nasional ditetapkan Presiden Soeharto pada tanggal 25 November 1994, dengan sebuah Keputusan Presiden, yaitu Kepres Nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional. (Suhedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *