Kepala Dindikbud Banten Hadiri IHT Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Ciruas

SERANG – SMA Negeri 1 Ciruas Kabupaten Serang Banten mengadakan kegiatan In House Training (IHT) bertema Implementasi Kurikulum Merdeka pada Selasa – Rabu (25-26/7/2023) dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Ciruas Drs. H. Aan Hernawan, M.Pd

Kegiatan tersebut mengemas materi tentang merdeka belajar agar para guru dan siswa bisa menguasai tentang kurikulum yang berkarakter merdeka belajar.

Kepala SMA Negeri 1 Ciruas Drs H. Aan Hernawan, M.Pd menuturkan, kegiatan In House Training (IHT) ini bertema tentang implementasi kurikulum merdeka, pendidikan belajar yang berkarakter merdeka belajar, seperti bagaimana dalam menyikapi kegiatan belajar mengajar agar guru dan siswa senang belajar, tidak kaku, lebih merasa bebas belajar.

“Dan kegiatan yang di selenggarakan di gedung serba guna Suparman Hakim ini juga merupakan pelatihan peningkatan kompetensi dalam kurikulum merdeka belajar,” terangnya.

Ia menyebut jumlah keseluruhan siswa di SMA Negeri 1 Ciruas saat ini sekitar 1.500 siswa dengan 70 guru. “Dan total peserta dalam acara IHT ini ada 70 orang,” sebut H. Aan Hernawan.

Dalam IHT, sekolah yang beralamat di Jalan Raya Jakarta Serang KM 9,5 Desa Citerep Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten tersebut sebagai pemateri Rini Setyaningsih, M.Pd guru SMA Negeri 1 Ciruas sekaligus sebagai penggiat guru penggerak tingkat nasional, Blended learning oleh Dewi Suprihatin, M.Pd dan Kebijakan oleh Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten H. Adang Abdulrahman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H.Tabrani, M.Pd dalam sambutannya memberikan motivasi dan menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Guru harus mengikuti perkembangan teknologi dengan terus melaksanakan literasi digital. Dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, guru dapat mencari dan memilih media yang menyenangkan dan kontekstual bagi peserta didik.

Rini Setyaningsih, M.Pd sebagai penggiat guru penggerak tingkat nasional di sela-sela acara menjelaskan, pelatihan peningkatan kompetensi dalam kurikulum ini dilaksanakan agar peserta dilatih secara materi lebih bebas, merdeka dalam mengajar dan belajar.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan menguasai metode mengajar dan belajar lebih menyenangkan, tujuannya supaya meningkatkan kompetensi guru, dimana siswa itu mampu meninggalkan prestasi belajarnya, juga dari karakternya karena siswa dituntut menguasai profil Pelajar Pancasila,” paparnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *