Kemenag Kab. Tangerang Sosialisasikan Aturan Pengunaan Pengeras Suara Masjid

Tangerang | Dinamika Banten — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang melalui Seksi Bimas Islam menggelar Sosialisasi SE Menag No.5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musholla. Jumat, 4 Maret 2022.

Turut hadir dalam kegiatan yang digelar di Aula KUA Mekarbaru dan Pasar Kemis tersebut segenap jajaran pimpinan Kankemenag Kabupaten Tangerang dan para Kepala KUA yang masuk dalam wilayah zona I. Hadir pula sebagai peserta adalah para penyuluh agama di KUA Kecamatan Pasar kemis, Rajeg, Sindangjaya, Mekarbaru, Mauk dan Kronjo.

Kantor Kemenag Kab Tangerang melakukan sosialisasi berdasarkan zona wilayah yang terdiri beberapa kecamatan. Informasi yang diterima, sosialisasi akan dilanjutkan pada zona berikutnya hingga seluruh KUA Se-Kabupaten Tangerang.

Dalam arahannya Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang H. Ade Baijuri, S.Pd.I, M.Si menyampaikan kepada seluruh penyuluh agama Se-Kabupaten Tangerang dapat mensosialisasikan SE tersebut kepada masyarakat yang menjadi wilayah tanggung jawabnya masing-masing.

Ade menjelaskan bahwa edaran tersebut bukanlah hal baru karena sebetulnya sudah ada sejak tahun 1978 melalui instruksi Dirjen Bimas Islam, edaran tersebut dibuat semata-mata untuk keindahan, ketertiban kenyamanan bersama.

“Edaran ini bersifat himbauan yang tidak ada sanksinya, akan tetapi edaran ini sangat penting tatkala terjadi kasus maka sewaktu-waktu bisa digunakan sebagai landasan.” jelasnya didampingi Kasi Bimas Islam Drs. H. Hariri.

Dikatakan, SE Menag No.5 Tahun 2022 ini bisa digunakan sebagai pijakan tatkala ada kasus-kasus tertentu.

“Untuk pelaksanaan di Kabupaten Tangerang karena masyarakat cenderung heterogen, maka tidak ada masyarakat yang terganggu dengan pengeras suara masjid/musholla sehingga berjalan seperti biasa artinya penggunaan pengeras suara di Masjid/Musholla sudah sesuai dan wajar penggunaanya” tutur Ade Baijuri.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat agar melihat isi surat edaran ini secara utuh.

“Ada pepatah mengatakan jangan melihat buku dari covernya, tapi bacalah isinya maka dalam menerima edaran ini diharap semua membaca secara utuh, insya allah semua isinya adalah sesuai dan bagus demi keharmonisan, keindahan dan ketertiban” tukasnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *