Kemenag Cilegon Komitmen Optimalkan Pelayanan

SERANG I DINAMIKA BANTEN — Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon, Idris Jamroni menyebut refleksi Hari Amal Bhakti (HAB) ke-75 dilingkungan kerjanya ialah dengan meneguhkan komitmen pegawai agar semakin mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat Kota Cilegon.

“Dalam merefleksi amanat Pak Menteri itu, pertama bagaimana kita bersama teman-teman mampu mengoptimalkan pelayanan. Artinya bagaimana agar indeks kepuasan masyarakat Kota Cilegon bisa terus meningkat terhadap pelayanan yang kita berikan,” Idris Jamroni di Cilegon, Senin (11/1).

Yang kedua, kata Idris, kaitan dengan moderasi beragama yaitu pihaknya melibatkan penyuluh agama yang diterjunkan ditengah-tengah masyarkat agar mampu menjadi penyejuk, mempererat kerukunan beragama, menciptakan soliditas dan solidaritas antar umat beragama.

Lebih lanjut Idris menyebut bahwa bukan hanya berkutat pada urusan birokrasi saja yang ia sampaikan, melainkan sesama ummat muslim, kata Idris, kita semua adalah saudara. “Sementara dari sisi ukhuwah wahthoniyah atau tentang kebangsaan, kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Sementara dari sisi kemanusiaan, kita adalah mahluk Allah yang harus saling tolong menolong dan bekerjasama,” jelasnya.

Pada momentum HAB yang ke 75 ini, menurut Idris, seluruh pegawai Kemenag khsususnya dilingkungan Kemenag Kota Cilegon harus memperbanyak syukur dengan selalu meningkatkan loyalitas kerja dan kinerja untuk Kementerian Agama yang semakin baik.

“Kita ini kan bisa kerja disini, sampai punya istri, punya suami, punya anak, memiliki kendaraan, rumah dan lain sebagainya adalah syariatnya melalui jasa Kementerian Agama. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita juga dituntun untuk bisa memberikan kontribusi yang positif demi nama baik Kementerian Agama,” timpalnya.

Peringatan HAB Kemenag tahun ini mengusung tema “Indonesia Rukun”. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.

“Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan karya bersama para tokoh agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa.

“Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama,” tuturnya. (adg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *